SIBERKLIK.COM - Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengapresiasi adanya perubahan perilaku warga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Hal itu terlihat dari masifnya gerakan gotongroyong warga dalam memberisihkan lingkungan mereka. Namun orang nomor satu di Kota Bengkulu ini meminta agara budaya menjaga kebersihan ini dilakukan tidak dengan menunggu pemerintah.
Hal ini diungkapkan Dedy saat melakukan kunjungan ke tiga lokasi kegiatan gotongroyong warga pada Ahad pagi (29/6). Ketiga lokasi itu yakni di Kelurahan Sukarami, Bumi Ayu dan Sumber Jaya. Saat itu Dedy melihat ada siring di depan rumah warga yang mampet akibat tingginya tumpukan tanah dan pasir.
Walkot Dedy yang melihat itu langsung meminta cangkul dan mengangkat tumpukan tanah dan pasir. Tak berapa lama aliran air di siring pun mulai mengalir. Dedy pun lantas memanggil pemilik rumah. "Ibu mana suaminya?," tanya Walkot Dedy. "Suami saya lagi kerja pak," jawab sang ibu pemilik rumah.
Dedy pun meminta kepada ibu pemilik rumah agar segera membersihkan siring mampet di depan rumahnya. "Yang seperti ini jangan harus nunggu pemerintah. Tolong dijaga dan dibersihkan aliran siringg di depann rumah kita masing-masing.Tidak perlu mengurusi rumah orang lain," tegas Dedy.
"Saat ini musim DBD yang diakibatkan mampetnya aliran siring. Jadi kita harus memberisihkan lingkungan kita yang dimulai dari rumah kita sendiri agar terhindar dari serangan DBD. Tidak perlu juga untuk gotongroyong harus menyiapkan makanan. Intinya kita harus menjaga kebersihan lingkungan kita dan tidak perlu harus menunggu dari pemerintah," jelasnya. (AK)