Walikota Beri Solusi Keresahan Pedagang Pantai

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi

SIBERKLIK.COM - Aksi protes yang dilakukan sejumlah pedagang yang biasa berjualan di pesisir pantai mendapat apresiasi oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi. Terhadap aksi ini, ia mengatakan akan memberikan solusi yang terbaik bagi para pedagang pantai. 

Tak hanya akan memberikan solusi. Walkot Dedy juga mengaku siap jika para pedagang itu ingin menemui dan berdialog dengan dirinya. Sebab ini akan menjadi langkah awal yang baik untuk menata kawasan pantai panjang Bengkulu menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Bengkulu dengan jargon bersih, aman dan tertib. Sebuah kawasan wisata yang ramah keluarga.

Seperti diketahui sebelumnya, pada Kamis pagi (24/4) puluhan pedagang pantai mulai dari pantai Berkas, Malabero hingga pantai Jakat mendatangi kantor DPRD Kota Bengkulu. Mereka ingin menyampaikan keluhan ke Komisi III dan meminta untuk dimediasi pertemuan dengan Walikota. 

Sayang upaya para pedagang pada hari itu belum membuahkan hasil. Rencananya mereka akan akan dipertemukan kembali dengan wakil rakyat pada hari Selasa (29/4) mendatang. Akhirnya para pedagang pulang dengan tertib.

Walkot Dedy sangat memahami apa yang membuat para pedagang yang biasa berjualan di areal joging track itu protes. Sebab hal ini sangat berpengaruh pada hajat hidup mereka. Lapak yang biasa meraka gunakan untuk menghidupi keluarga kini mulai terancam tergusur.

Dalam hidup perlu ada keseimbangan. Ada hak dan kewajiban. Dedy mengatakan bahwa apa yang dilakukan dirinya hanyalah ingin menjadikan kawasan pantai menjadi pusat ekonomi dimana para pedagang itu jugalah yang nantinya akan ikut menikmati. Hal itu akan bisa terwujud jika kawasan itu ditata dengan sebaik mungkin. Caranya dengan menjaga keseimbangan anatar para pedagang dengan pengunjung pantai.

"Para pengunjung pantai punya hak atas lahan joging track untuk mereka berolahraga atau berjalan kaki. Mereka juga punya hak untuk menikmati hamparan luas pantai panjang yang indah. Hak mereka itu saat ini terhalang oleh para pedagang yang berjualan di sepanjang joging track. Meraka tak bisa lagi berolahraga atau bahkan sekedar ingin memanjakan matanya untuk menikmati keindahan alam sang Pencipta. Inilah diperlukannya keseimbangan dengan melepas keegoan," jelas Dedy.

Lebih jauh Dedy menjelaskan bahwa Pemkot tetap akan melarang para pedagang untuk berjualan atau membuka warung di sepanjang areal joging track. Sebab areal itu merupakan fasilitas olahraga untuk semua masyarakat.

"Kita tidak melarang berusaha tetapi juga jangan melarang hak orang untuk mendapatkan haknya di sana. Apa hak orang? Joging track itu adalah tempat orang olahraga. Hari ini hak itu dirampas. Yang kedua, pantai itu adalah ruang publik yang semua orang punya hak memiliki. Jangan sampai orang datang ke pantai cuma duduk sebentar dimintai uang atau dipaksa harus belanja. Nggak boleh itu," tegas Dedy.

Dedy melanjutkan, Pemkot Bengkulu telah sepakat dengan Kapolda, Gubernur dan Kapolres agar hak itu dikembalikan. Sedangkan terkait dengan keluhan pedagang, Dedy akan memberikan solusi yang terbaik bagi mereka agar bisa tetap berjualan menghidupi keluarganya.

"Insya Allah nanti kita akan berikan solusinya. Nanti kurang lebih akan ada zonasi dimana area yang boleh untuk berjualan. Kalau area joging track kami bersama forkopimda sudah sepakat, itu harus kita beri ruang seluas luasnya kepada masyarakat,"pungkasnya. (AK)