Serangan DBD Mengancam, Walkot Dedy Minta Warga Jaga Kebersihan Lingkungan​​​​​​​

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi

SIBERKLIK.COM - Dalam pekan terakhir ini, serangan Demam Berdarah Dengue (DBD) mengancam warga Kota Bengkulu. Setidaknya saat ini ada empat orang warga kota yang meninggal dunia akibat terserang penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk pembawa virus bernama aedes aegipty.

Kejadian ini pun mendapat perhatian serius dari Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi. Ia mengaku sangat berduka atas musiabah yang terjadi. "Innalilahi wainalilahi rojiun. Saya Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi ikut berduka atas musibah terhadap beberapa warga Kota Bengkulu yang meninggal akibat DBD," ucapnya.

Agar hal serupa tak terulang lagi, Walikota mengimbau para pemimpin kecamatan dan kelurahan di daerahnya masing-masing untuk lebih ekstra menggalakkan giat kebersihan, sebagai upaya mencegah penyebaran DBD. Pasalnya, kebersihan lingkungan membantu mengurangi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti, yaitu nyamuk penyebab DBD. Dengan menjaga kebersihan, dapat mengurangi risiko tertular penyakit DBD.

"Para Camat, Lurah, RT, RW, tolong sama-sama kita giatkan kebersihan. Jangan ada lagi kawasan yang kumuh sehingga DBD tidak ada lagi di Kota Bengkulu," tegas Walikota.

Selain itu, Walikota juga mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu juga sama-sama menjaga kebersihan lingkungannya agar terhindar dari bahaya DBD. "Dengan cara 3 M. Menutup wadah, menguras wadah yang terbuka dan menguburkan," terangnya.

3 M yang dimaksud ialah menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, drum, dan wadah lainnya secara rutin untuk menghilangkan jentik nyamuk. Kemudian, menutup rapat tempat penyimpanan air agar nyamuk tidak dapat bertelur di dalamnya. Terakhir, mengubur barang bekas yang sudah tidak terpakai agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. 

Sementara menyoal penyemprotan fogging, Walikota menjelaskan hal tersebut bukanlah solusi mengatasi DBD. "Fogging tidak dianjurkan untuk menyelesaikan DBD. Karena apa? karena fogging yang terus menerus bisa berpengaruh pada lingkungan (mencemari) dan berpengaruh terhadap kesehatan (berisiko menyebabkan keracunan insektisida pada manusia, red)," jelasnya. (AK)