Penampakan Baru Pasar Panorama Bengkulu, "Ini Pasar Ku Mana Pasar Mu"

Inilah penampakan pasar Panorama Bengkulu.

SIBERKLIK.COM - Perlahan tapi pasti kerja keras untuk melakukan penataan pasara panorama, sedikit mulai sedikit menampakkan hasil. Ini membuktikan bahwa progam 100 hari kerja Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing, yang salah satunya penataan pasar mulai bisa dibanggakan.

Sebelun dilakukan penataan kawasan pasar panorama di Kecamatan Singaran Pati yang dulunya banyak pedagang berjualan di bahu jalan kini mulai terurai. Jalan yang sebelumnya sesak dan menjadi tempat termacet di Kota Bengkulu kini mulai terasa lengang.

Keberhasilan dalam menata pasar panorama tak lepas dari tingginya kesadaran pedagang yang berjualan di bahu jalan. Mereka tanpa ada paksaan telah berangsur membongkar lapaknya sendiri kaena mengganggu mobilitas masyarakat.

"Kini bisa dilihat.Pasar panorama mulai terata dan tampak luas karena para pedagang tak lagi berjualan di bahu jalan. Masyarakat pun mengapresiasi tindakan pemerintah, dengan harapan kondisi pasar menjadi tertib, indah dan nyaman," kata salah seorang pedagang pasar.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah menegaskan akan terus melakukan penertiban terhadap pasar Panorama hingga situasi bisa kondusif dan tertib. "Disperindag bersama Satpol PP, Dishub, Pospol Panorama terus melakukan penertiban. Tujuan utamanya adalah untuk mengembalikan fungsi asli dari jalan-jalan serta trotoarnya yang selama ini telah disalahgunakan oleh aktivitas jualan para PKL," jelas Kepala Disperindag Kota Bengkulu melalui Sekretaris Perindag Firjoni.

Dengan penertiban yang masif, pemerintah berharap jalan-jalan yang sebelumnya sempit dan terhalang oleh lapak-lapak PKL nantinya dapat diakses dengan lebih mudah oleh warga karena bahu jalan dan trotoar tidak lagi dijadikan tempat berjualan.

Pemerintah juga terus mengimbau dan mengingatkan agar oknum pedagang dapat mematuhi aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah agar semuanya bisa menjadi tertib, indah dan nyaman.

Tidak menutup kemungkinan ke depan langkah-langkah selama ini dilakukan secara persuasif itu akan mengarah kepada langkah yang bersifat tegas, jika imbauan dan peringatan dilayangkan namun tak gubris oleh oknum pedagang. (**)