Arga Makmur – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Arga Makmur terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui kegiatan pertanian produktif. Kali ini, Lapas Arga Makmur berhasil memanen sebanyak 60 kilogram kangkung dari lahan pertanian seluas 500 meter persegi, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan panen yang dimulai pukul 09.05 WIB tersebut dilaksanakan di lahan pertanian Lapas Kelas IIB Arga Makmur dengan melibatkan staf kegiatan kerja dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang bertugas sebagai tamping pertanian.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan, khususnya dalam bidang pertanian. Sebelum dilibatkan dalam kegiatan tersebut, WBP telah melalui tahapan dan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) sesuai prosedur yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, para warga binaan yang bertugas di lahan pertanian menjalankan aktivitas setiap hari kerja dengan pengawasan Kasubsi Kegiatan Kerja dan staf terkait, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.
Panen kangkung ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lahan pertanian, tetapi juga memberikan pengalaman dan keterampilan praktis kepada warga binaan agar memiliki bekal kemandirian ketika kembali ke tengah masyarakat.
Hasil panen sebanyak 60 kilogram tersebut diharapkan dapat memberikan nilai ekonomis sekaligus dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan bahan makanan (Bama) di lingkungan Lapas Kelas IIB Arga Makmur.
Kepala Lapas Kelas IIB Arga Makmur, Yulian Fernando, terus mendorong optimalisasi lahan pertanian sebagai sarana pembinaan produktif bagi warga binaan sekaligus bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIB Arga Makmur turut mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan.
Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal, diharapkan kegiatan pertanian dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat bagi institusi, masyarakat, serta menjadi sarana pembekalan keterampilan bagi warga binaan.
Seluruh rangkaian kegiatan panen kangkung berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.