SIBERKLIK.COM - Sebelum warga Kota Bengkulu mengenal Bengkulu Indah Mall, Mega Mall atau pasar Panorama, ada sentra perekonomian Bengkulu namanya pasar Barukoto. Bangunan pasar ini masih berdiri kokoh. Namun geliat ekonominya tak sebesar di masa kejayaanya.
Pasar Barukoto memiliki dua bangunan yakni, Barukoto I dan II. Bak seorang veteran perang yang hidup di masa senja, para pedagang yang berjualan di kedua pasar ini mencoba terus bertahan di tengah gempuran pasar moderen. Dengan tertatif dan tekenal letih para pedagang masih berharap ada perhatian dari pemerintah untuk menjadikan kawasan pasar ini menjadi sentra perekonomian unggulan di Kota Bengkulu.
Di masa pemerintahan Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing saat ini, harapan para pedagang pasar Barukoto akan diwujudkan. Pemkot Bengkulu telah memiliki program untuk merevitalisasi kawasan pasar Barukoto I dan II agar bisa ramai dikunjungi masyarakat dan menjadi salah satu sentra ekonomi di Kota Bengkulu.
Walkot Dedy Wahyudi mengatakan pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 7,6 miliar untuk memperbaiki infrastruktur di kedua pasar tersebut. Dengan rincian, Rp 2,8 miliar untuk perbaikan pasar Barukoto I dan Rp 4,8 miliar untuk perbaikan di pasar Barukoto II.
"Inilah adalah komitmen kami untuk menjadikan pasar Barukoto I dan II menjadi pasar yang aman, nyaman dan bersih sehingga banyak menarik warga kota untuk berbelanja di pasar ini," ujar Dedy.
Revitalisasi pasar Barukoto ini sendiri menjadi bagian utama dari program 100 hari Walikota dan Wakil Walikota Bengkulu. Bahkan Walkot Dedy telah memposting di akun media sosialnya sendiri terkait rancang bangun pasar Barukoto.
"Revitalisasi baru pasar Barukoto ini kita rancang lebih bersih, lebih terang dan kita cat ulang serta parkiran yang sekarang akan kita perbaiki dan perluas agar masyarakat Bengkulu nyaman belanja di pasar," terangnya.
Revitalisasi pasar Barukoto ini sejalan dengan rencana Walkot Dedy menjadikan Mess Pemda menjadi kantor Walikota Bengkulu. Dimana aset yang sebelumnya milik Pemprov Bengkulu ini sudah dialihkan pengelolaanya ke Pemkot Bengkulu.
Dedy menyakini dengan dibangunnya kantor Walikota baru serta penataan kawasan pantai panjang dan Benteng Marlbrough sebagai ikon wisata Bengkulu, maka keberadaan pasar Barukoto akan menjadi sangat strategis. Kota lana yang sempat 'mati' ini akan kembali hidup,.
"Saya cukup yakin pasar Barukoto nantinya tak hanya mengalami peningkatan kunjungan tapi juga akan mengalami geliat eknomi yang tinggi. Hal ini seiring dengan kita untuk mejadikan pasar Barukoto, Kampung Cina, Benteng Marlborough dan Kantor Walikota menjadi satu kesauan yang terintegrasi," pungkasnya. (AK)