SIBERKLIK.COM - Bengkulu berduka. Gempa bumi berkekuatan 6,3 SR menggungcang Bengkulu pada Jumat, (23/5) dinihari sekitar pukul 02.52 WIB. Walau tak berpotensi tsunami, kekuatan gempa itu sangat mengagetkan warga memporakporandakan sejumlah rumah dan bangunan.
Dampak gempa yang paling besar dirasakan oleh warga yakni di Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Banyak rumah warga yang roboh dan mengalami kerusakan berat. Tepatnya di Perumahan Betungan Raflesia Asri.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi langsung menuju lokasi warga yang terdampak gempa. Rasa pilu menyelimuti hatinya. Ia pun segera memerintahkan selurh kepala OPD di lingkungan Pemkot Bengkulu untuk gerak cepat membantu warga yang terdampak.
Tak hanya meninjau rumah warga yang hancur akibat gempa. Walkot Dedy juga menemui warga yang menjadi korban. Suara Dedy bergetar saat menyampaikan rasa duka yang mendalam. Sekuat mungkin ia terus memberikan semangat dan kekuatan moril kepada warganya yang terdampak gempa. Matanya juga berkaca-kaxa saat melihat anak-anak korban gempa yang tak tahu dan hanya bisa pasrah melihat rumahnya hancur.
Kepada warga terdampak korban gempa,Dedy mengatakan bahwa pemerintah hadir untuk membanu. Tak hanya Pemerintah Kota namun juga Pemprov Bengkulu serta unsur Forkopimda baik kota maupun provinsi. "Pemkot, BMKG, BPBD Provinsi, BASARNAS, TNI, POLRI, Dinsos, Tagana, Damkar, Dinkes dan Baznas kompak membantu warga terdampak gempa," kata Dedy.
Disela kunjungannya, Dedy mengucap syukur karena tak ada korban jiwa, dan warga yang mengalami luka berat. "Genpa ini adalah cobaan dari Allah SWT yang diberikan kepada warga Bengkulu. KIta juga harus bersyukur karena tak ada korban jiwa akibat bencana ini dan semuanya sehat," terangnya.
Untuk tindaklanjut atas musibah ini, Dedy mengatakan, pemerintah sedang mendata berbagai warga yang terdampak dan nantinya akan diberikan bantuan. "Kita sedang mendata yang rusak berat, sedang dan juga ringan. Nanti masing-masing, baik itu pemerintah provinsi dan juga kota. Kita mempunyai anggaran tak terduga, adapun anggaran yang bisa digunakan ketika terjadi bencana seperti ini," jelasnya.
Selain itu, Dedy juga menawarkan warga yang tidak miliki tempat tinggal karena roboh saat gempa dapat menggunakan balaikota merah putih. "Balai Merah Putih siap menampung warga yang ingin menginap selama proses perbaikan rumah," jelasnya.
Masih terkait insiden ini, Dedy mengungkapkan pihak pengembang perumahan telah menghubunginya dan siap membantu warga terdampak gempa bersama dengan pemerintah kota serta stakeholder lainnya. (AK)