Saefudin Apresiasi Kehadiran Menag Nasaruddin Umar, Rakerwil Kemenag Bengkulu Soroti Arah Pembangunan Keagamaan

Saefudin Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu

Bengkulu   — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Saefudin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, di Bengkulu. Menurutnya, dari sekian banyak provinsi di Indonesia, Bengkulu mendapat perhatian khusus dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Agama.

Pernyataan tersebut disampaikan Saefudin saat menyampaikan laporan pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Jumat (24/4/2026).

“Ini menjadi kehormatan bagi kami. Kehadiran Bapak Menteri bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi juga bentuk perhatian dan penguatan terhadap arah pembangunan keagamaan di Bengkulu,” ujarnya.

Dalam paparannya, Saefudin memotret kondisi demografis dan keagamaan di Bengkulu sebagai basis penting dalam penyusunan kebijakan. Ia menyebutkan, dari total sekitar 2,1 juta penduduk, mayoritas masyarakat Bengkulu beragama Islam dengan persentase mencapai 97,67 persen atau sekitar 2,05 juta jiwa. Selebihnya terdiri dari pemeluk agama Kristen sekitar 33 ribu jiwa (1,6 persen), Katolik sekitar 8 ribu jiwa (0,2 persen), Buddha sekitar 2 ribu jiwa (0,1 persen), serta agama lainnya dalam jumlah relatif kecil.

Komposisi tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari keberadaan rumah ibadah yang tersebar di seluruh wilayah Bengkulu. Secara keseluruhan terdapat 3.652 rumah ibadah, dengan dominasi 3.400 masjid, 150 gereja Protestan, 49 gereja Katolik, 40 pura, dan 12 vihara. Data ini dinilai sebagai indikator bahwa kehidupan beragama di Bengkulu berjalan dinamis sekaligus harmonis.

Memasuki inti laporan, Saefudin menjelaskan bahwa Rakerwil tahun 2026 mengusung tema “Mempersiapkan Umat Masa Depan Provinsi Bengkulu.” Tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan arah strategis untuk membangun kesepahaman dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan Kementerian Agama.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh hasil Rakerwil ini tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi program kerja yang nyata dan berdampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Rakerwil yang digelar selama empat hari, 22 hingga 25 April 2026, diikuti oleh 232 peserta secara luring, terdiri dari pejabat struktural Kanwil, Kepala Kankemenag kabupaten/kota, kepala madrasah negeri, hingga perwakilan KUA, sementara peserta lainnya mengikuti secara daring. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang berbasis digital dan paperless sebagai bagian dari transformasi tata kelola yang lebih modern.

Saefudin menekankan bahwa forum ini diarahkan untuk mempertajam implementasi Asta Program Prioritas (Asta Protas) Menteri Agama. Fokus pembahasan meliputi optimalisasi layanan keagamaan, penguatan pendidikan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045, serta penguatan moderasi beragama.

Dalam konteks moderasi beragama, ia menyoroti capaian Bengkulu yang dinilai progresif, salah satunya keberhasilan Desa Rama Agung di Kabupaten Bengkulu Utara yang meraih peringkat pertama desa inovasi moderasi beragama tingkat nasional pada tahun 2023.

Selain itu, implementasi ekoteologi juga menjadi perhatian serius. Berbagai program telah dilakukan, mulai dari penanaman pohon matoa hingga dukungan terhadap gerakan penghijauan di kawasan pesisir Pantai Panjang, termasuk kegiatan pelepasan benih ikan bersama Menteri Agama di Danau Dendam Tak Sudah sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Di sisi lain, transformasi digital menjadi agenda penting dalam pembenahan tata kelola. Kanwil Kemenag Bengkulu tengah mengembangkan sistem layanan berbasis digital, termasuk penguatan platform PPID guna memudahkan akses informasi publik.

Secara keseluruhan, Rakerwil 2026 diarahkan untuk mengevaluasi capaian kinerja tahun sebelumnya, merumuskan strategi program ke depan, serta menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah berbasis isu-isu sosial keagamaan yang berkembang.

“Rakerwil ini akan menjadi pijakan dalam penyusunan Rencana Strategis 2025–2029. Dari sinilah arah kebijakan kita ke depan ditentukan,” jelas Saefudin.

Pada pembukaan Rakerwil ini, kegiatan juga dirangkaikan dengan pelantikan Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Bengkulu serta penandatanganan prasasti gedung-gedung yang bersumber dari SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) Tahun 2025.