Realisasikan Program 4 in 1, Walkot Dedy Turun Langsung ke Lapangan

Walkot Dedy Wahyudi saat menghadiri tausyiah di rumah duka ASN RSUD HD Kota Bengkulu yang meninggal dunia sekaligus menghantarkan dokumen kependudukan yang baru kepada keluarga almarhumah dalam program 4 in 1.

SIBERKLIK.COM - Setelah turun langsung mengantarkan dokumen kependudukan melalui progam 6 in 1 bagi warga Kota Bengkulu yang melaksanakan pernikahan, kali ini Walikota (Walkot) Bengkulu Dedy Wahyudi turun langsung juga memberikan dokumen kepada keluarga korban meninggal dunia warga Kota Bengkulu melalui program 4 in 1. Apalagi yang meninggal adalah ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu yang masuk dalam progam layanan tersebut.

Seperti diketahui program 4 in 1 ini telah dilaunching oleh Walkot Dedy pada 11 Maret 2025 lalu. Ini adalah program lanjutan dari layanan kependudukan kepada warga Kota Bengkulu yang mengalami musibah meninggal dunia. Kali ini dimodifikasi layanannya dengan menambahkan layanan tambahan bagi ASN yang meninggal dunia. Yaitu, pemberian santunan dari PT. Taspen.

Inovasi dari program 4 in 1 ini sendiri diakui Walkot Dedy adalah yang pertama kali dilakukan di Indonesia. Tujuannya untuk memberi kemudahan layanan admiistrasi bagi keluarga korban meninggal dunia.

"Program ini adalah yang pertama di Indonesia dan menjadi kebanggaan bagi Kota Bengkulu. Oleh karena itu, saya meminta agar program ini didaftarkan dalam ajang Innovative Government Award (IGA), sehingga dapat diakui secara nasional bahwa Kota Bengkulu adalah pelopor dalam inovasi pelayanan publik ini," ujar Dedy kala itu.

Kini program tersebut sudah mulai dijalankan. Walkot Dedy mendapat informasi bahwa ada salah seorang ASN di lingkup RSUD HD Kota Bengkulu yang meninggal dunia. Gerak cepat, Walkot Dedy langsung mengajak Branch Manager Taspen Bengkulu Dadang Hendrawan untuk ikut melayat ke rumah duka pada Minggu (13/4) malam. 

Diketahui ASN yang meninggal itu adalah almarhumah Ns. Rosmarita binti Sindi Amir. Almh adalah seorang perawat di RSUD HD. Ikut juga dalam rombangan ke rumah duka di Kelurahan Rawa Makmur itu, Direktur RSUD HD Kota Bengkulu dr. Lista Cerlyviera pihak Disdukcapil Kota Bengkulu, Camat, Lurah dan pihak terkait lainnya.

Dalam layatan itu, Walkot Dedy menyerahkan langsung akta kematian, KK dan KTP baru kepada pihak keluarga almarhumah, serta santunan dari PT Taspen. 

Walkot Dedy menjelaskan bahwa  program "4 in 1" ini merupakan langkah nyata dalam memberikan kemudahan bagi keluarga yang ditinggalkan agar tidak mengalami kesulitan dalam mengurus dokumen penting. Dengan adanya program ini, mereka tidak perlu lagi bolak-balik ke berbagai instansi untuk mengurus administrasi yang diperlukan setelah kehilangan anggota keluarga.

"Selama ini, keluarga yang ditinggal harus mengurus berbagai dokumen sendiri di tengah suasana duka. Dengan adanya program ini, mereka tidak perlu repot lagi. Semua dokumen akan langsung diterima pada malam ketiga setelah meninggalnya almarhum," jelas Dedy.

Ke depan, lanjutnya, Pemkot Bengkulu berencana untuk terus meningkatkan layanan publik dengan menghadirkan inovasi-inovasi lain yang bermanfaat bagi masyarakat. "Program "4 in 1" diharapkan dapat menjadi model yang dapat diadopsi oleh daerah lain di Indonesia guna memberikan kemudahan dalam pelayanan administrasi kependudukan," pungkasnya. (AK)