Jasa Raharja Bengkulu Laksanakan CRM ke PO Rafflesia untuk Perkuat Koordinasi Perlindungan Penumpang

Jasa Raharja Bengkulu Laksanakan CRM ke PO Rafflesia untuk Perkuat Koordinasi Perlindungan Penumpang

Bengkulu – Jasa Raharja Kantor Wilayah Bengkulu melaksanakan kegiatan Customer Relationship Management (CRM) ke perusahaan otobus PO Rafflesia pada Jumat (24/04/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penguatan koordinasi dan hubungan kemitraan dengan operator angkutan umum darat dalam mendukung perlindungan bagi penumpang.

Kunjungan tersebut dilaksanakan oleh Petugas Administrasi Bidang Operasional Jasa Raharja Bengkulu, Ivan Akbar. Melalui kegiatan CRM, Jasa Raharja menjalin komunikasi langsung dengan pihak perusahaan guna memastikan sinergi pelayanan tetap berjalan optimal.

Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada pentingnya kepatuhan administrasi angkutan umum, khususnya terkait perlindungan dasar bagi penumpang yang menggunakan jasa transportasi umum. Koordinasi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman mengenai peran operator dalam mendukung sistem perlindungan penumpang.

Selain membangun hubungan kemitraan, kegiatan CRM bertujuan memastikan kelancaran proses administrasi yang berkaitan dengan kewajiban perusahaan angkutan umum. Hal ini penting untuk mendukung validitas data operasional serta tertib administrasi yang menjadi bagian dari sistem perlindungan bagi pengguna jasa transportasi.

Dalam kesempatan tersebut, Jasa Raharja turut mengingatkan pentingnya keselamatan perjalanan dan kepatuhan terhadap standar operasional transportasi umum. Sinergi antara operator dan Jasa Raharja dinilai berperan penting dalam menciptakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berorientasi pada keselamatan penumpang.

Kegiatan CRM juga menjadi wadah evaluasi dan komunikasi dua arah antara Jasa Raharja dan mitra operator, sehingga berbagai kendala maupun kebutuhan koordinasi dapat dibahas secara langsung.

Jasa Raharja Bengkulu terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pelaku transportasi umum melalui pendekatan kemitraan yang berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat perlindungan dasar bagi masyarakat pengguna angkutan umum.