UNIB Raih Hibah DPPM Kemdiktisaintek, Dosen FKIP Latih Guru PAUD Jadi Kreator Konten Digital Berbasis AI

Dosen FKIP Latih Guru PAUD Jadi Kreator Konten Digital Berbasis AI

BENGKULU – Universitas Bengkulu (UNIB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan anak usia dini melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Program bertajuk "Pemberdayaan Ekonomi Digital Guru PAUD Melalui Pendampingan Smart Storytelling Innovation Bujang Beteri Hand Puppet Film-Making Berbantuan Google Labs AI-Assisted" ini bertujuan meningkatkan literasi digital guru PAUD sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif melalui produksi konten edukatif berbasis kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI).

Program tersebut digagas oleh tim dosen FKIP Universitas Bengkulu yang terdiri dari Dr. Ari Putra, M.Pd. sebagai ketua tim, didampingi Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I. dan Elwan Stiadi, M.Pd. sebagai anggota. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa FKIP UNIB, yakni Teresya dan Salsabila, dalam proses pendampingan kepada peserta.

Ketua tim, Dr. Ari Putra, menjelaskan bahwa guru PAUD perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar mampu menjadi kreator konten pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan bernilai ekonomi.

"Selama ini guru memiliki kreativitas yang luar biasa, namun belum banyak yang mampu mengemasnya menjadi konten digital berkualitas. Melalui program ini kami mendampingi guru mulai dari menyusun ide, menulis naskah, memproduksi film boneka tangan, mengedit video, hingga mempublikasikannya melalui platform digital sehingga dapat memberikan manfaat pendidikan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif," ujarnya.

Program ini diikuti puluhan guru PAUD yang tergabung dalam Gugus Anyelir Kota Bengkulu. Para peserta mendapatkan pelatihan pemanfaatan teknologi AI menggunakan Google Gemini dan NotebookLM untuk menyusun ide cerita, mengembangkan dialog, membuat storyboard, hingga mengkurasi materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik anak usia dini.

Selanjutnya, peserta mempraktikkan pembuatan film edukatif menggunakan smartphone dengan proses penyuntingan video melalui aplikasi CapCut. Pendekatan tersebut memungkinkan guru menghasilkan video pembelajaran berkualitas tanpa harus menggunakan peralatan produksi yang mahal.

Selain memperkuat kompetensi digital, program ini juga mengangkat budaya lokal Bengkulu melalui lima karakter utama, yakni Bujang, Beteri, Gading, Cempaka, serta Kiko, seekor burung kakatua yang mampu berbicara. Karakter-karakter tersebut dirancang menjadi ikon pembelajaran digital yang menyampaikan pesan pendidikan sekaligus memperkenalkan budaya Bengkulu kepada anak-anak.

Menurut Dr. Ririn Gusti, M.Pd.I., konten digital yang ditujukan bagi anak usia dini harus mampu menanamkan nilai karakter dan kecintaan terhadap budaya daerah.

"Anak-anak saat ini sangat dekat dengan media digital. Karena itu mereka membutuhkan tontonan yang aman, mendidik, dan mencerminkan budaya daerahnya sendiri. Karakter Bujang, Beteri, Gading, Cempaka, dan Kiko diharapkan menjadi sahabat belajar yang mampu menanamkan nilai kejujuran, kerja sama, tanggung jawab, cinta budaya, dan akhlak mulia," jelasnya.

Sementara itu, Elwan Stiadi, M.Pd. membekali peserta dengan strategi membangun kanal YouTube, memahami algoritma platform digital, hingga peluang monetisasi konten edukatif melalui Program Partner YouTube.

"Kami ingin guru tidak hanya mampu membuat video, tetapi juga memahami bagaimana mengembangkan kanal secara profesional sehingga berpotensi memperoleh penghasilan tambahan melalui berbagai peluang ekonomi digital," katanya.

Melalui pendekatan Smart Storytelling Innovation, guru didorong menghasilkan film boneka tangan yang memadukan teknologi AI, kreativitas, pendidikan karakter, serta budaya lokal Bengkulu. Model pembelajaran ini diharapkan menjadi inovasi baru dalam pendidikan anak usia dini sekaligus memperkuat identitas budaya Bengkulu di ruang digital.

Tak hanya menghasilkan konten edukatif, program ini juga menargetkan terbentuknya komunitas kreator konten PAUD Bengkulu yang mampu berkolaborasi secara berkelanjutan dalam memproduksi media pembelajaran digital.

Melalui hibah PKM dari DPPM Kemdiktisaintek, Universitas Bengkulu menegaskan komitmennya untuk mendukung transformasi pendidikan berbasis teknologi, pelestarian budaya lokal, serta peningkatan kesejahteraan pendidik melalui pemanfaatan kecerdasan artifisial dan ekonomi kreatif. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru kreator konten edukatif yang tidak hanya menghasilkan pembelajaran berkualitas, tetapi juga mengangkat budaya Bengkulu di tingkat nasional.