SIBERKLIK.COM - Provinsi Bengkulu bukanlah daerah kaya. Namun juga tak bisa dibilang sebagai daerah miskin. Di tengah keterbatasan yang dimiliki Bengkulu mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup baik. Bahkan menujukkan trend yang prositif.
Dalam kurun empat tahun terakhir, perekonomian Bengkulu mengalami laju pertumbuhan yang sangat progresif. Rata-rata angka pertumbuhannya di kisaran 4% (yoy). Memang, angka pertumbuhan itui belum menyamai besaran pertumbuhan ekonomi nasional yang berada diangka kisaran 5% (yoy). Namun jika melihat capaian ekonomi Bengkulu sebesar 4,62% (yoy) pada tahun 2024 lalu, memberi sebuah gambaran jelas betapa menjanjikannya geliat ekonomi di daerah ini.
Kondisi ini diperkuat dengan capaian ekonomi Bengkulu di triwulan I tahun 2025 yang tumbuh sebesar 4,84% (yoy). Hebatnya, pertumbuhan di awal tahun ini diraih Bengkulu di tengah banyak tantangan. Baik itu tantangan eksternal seperti ekonomi global yang penuh ketidakpastian maupun tantangan domestik.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bengkulu mencatat ada beberapa faktor yang membuat ekonomi Bengkulu tumbuh menguat di triwulan I tahun ini. Diantaranya didorong dari sisi pengeluaran rumah tangga. Terutama konsumsi saat hari besar keagamaan Ramadhan dan Idul Fitri.
"Meningkatnya konsumsi rumah tangga ini terjadi adanya pencairan tunjangan hari (THR) ASN, PPPK, dan karyawan swasta pada hari besar keagamaan (HKBN)," terang Kepala KPwBI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat saat pemaparan perkembangan ekonomi Bengkulu pada kegiatan Capacity Building Wartawan Ekonomi Bengkulu di Kabupaten Rejang Lebong, Senin (26/5/2025).
Lebih jauh dalam kegiatan bertajuk bincang bareng media itu, Wahyu juga mengatakan bahwa dari sisi lapangan usaha juga memberi kontribusi yang cukup signifikan dalam membentuk pertumbuhan ekonomi Bengkulu.
"Ada dua lapangan usaha yang mendongkrak perekonomian Bengkulu yakni pertanian dan industri pengolahan. Kinerja dari sektor pertanian ini didukung adanya peningkatan produksi padi dan holtikultura. Sedangkan dari industri pengolahan didukung masuknya masa panen Sawit yang mendorong produksi pengolahan produk turunannya," jelas Wahyu.
Memasuki penghujung triwulan II saat ini, ekonomi Bengkulu pun diprediksi tetap on the track di trend positif. Terkendalinya inflasi, meningkatnya kinerja investasi, konsumsi pemerintah serta ekpor menjadi alasannya. Hal ini diyakini seiring dengan berlanjutnya progress revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai.
Selian itu, dari sisi lapangan usaha beberapa sektor juga menunjukkan trend peningkatan. Seperti dari sektor transportasi yang diperkirakan tumbuh terakselerasi. Hal ini juga dipengauhi sikap optimisme perbaikan bongkar muat dari progres revitalisasi alur laut Pelabuhan Pulau Baai.
Kendati meyakini ekonomi Bengkulu akan tumbuh di triwulan II, namun Wahyu mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan ada beberapa sektor yang sedikit menghambat laju pertumbuhan tersebut. "Kami memperkirakan pada Triwulan II 2025 nanti ekonomi Bengkulu masih akan tumbuh positif namun melandai," katanya.
Dijelaskannya, beberapa sektor yang menghambat lajut pertumbuhan itu yakni dari konsumsi rumah tangga. Perlembatan sektor ini disebabkan adanya trend normalisasi konsumsi usai hari besar keagamaan Ramadhan dan Idul Fitri.
"Kendati demikian laju penurunan itu tidaklah besar sebab ada momen libur panjang dan pencairan gaji ke-13 serta Idul Adha yang diperkirakan masih tetap menjaga kinerja konsumsi rumah tangga," jelas Wahyu.
Secara keseluruhan Wahyu mengatakan bahwa pihaknya masih menyakini kinerja ekonomi Bengkulu akan terus membaik hingga akhir tahun 2025. Bahkan akan mengalami pertumbuhan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
KPwBI Bengkulu sendiri memprediksi ekonomi Bengkulu tahun 2025 akan tumbuh di kisaran 4,7% - 5,5%. Sedangkan untuk trnasaksi berjalan defisit sebesar 0,5% - 1,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Kemudian untuk inflasi di kisaran 2,5% (+/- 1%). Sedangkan dalam bidang perbankan, KPwBI Bengkulu memprediksi
laju pertumbuhan kredit di Bengkulu pada tahun 2025 ini akan tumbuh di kisaran 11% - 13%.
Untuk PDRB di keseluruhan tahun 2025, BI Bengkulu memperkirakan akan berjalan relatif stabil. Sedangkan prospek pertumbuhan akan mengalami laju positif yang didorong kinerja sektoral yang diprediksi tetap membaik
sepanjang tahun 2025.
Beberapa sektor yang diprediksi akan mengalami peningatan yakni pertanian, perdagangan, industri dan ekspor. Bahkan BI Bengkulu juga memperkirakan harga komoditas unggulan seperti Sawit dan Batubara akan mengalami
kenaikan.
Dengan kondisi ini tak berlebihan jika Provinsi Bengkulu bisa terus meningkatkan optimismenya dalam laju pertumbuhan ekonomi. Bahkan tidak menutup kemungkinan Provinsi Bengkulu menjadi poros ekonomi baru di
Pulau Sumatera yang memiliki prospek menjanjikan. (AK)