SIBERKLIK.COM — Nama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Noprisman, kembali muncul ke ruang publik setelah cukup lama jarang terlihat berkantor pascapenggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumahnya.
Kemunculan Noprisman kali ini bukan di kantor maupun saat memberikan keterangan kepada wartawan. Namanya terlihat pada sebuah papan bunga ucapan HUT TNI ke-81 yang dipasang di depan Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0407/Kota Bengkulu, kawasan Kilometer 6,5, Kota Bengkulu.
Papan bunga tersebut bertuliskan:
“Dirgahayu TNI ke-81 Tahun Noprisman ST, M.Si, Kadis PUPR Kota Bengkulu.”
Kemunculan nama Noprisman ini sontak kembali menjadi perhatian karena sebelumnya ia menjadi salah satu nama yang dikaitkan dengan rangkaian penyidikan KPK di Bengkulu.
Pada Jumat, 24 Juli 2026, penyidik KPK menggeledah rumah Noprisman di Jalan Barito, Kelurahan Padang Harapan, Kecamatan Gading Cempaka, Kota Bengkulu.
Dalam penggeledahan tersebut, penyidik membawa enam koper yang disebut berisi dokumen, barang bukti elektronik, serta uang tunai lebih dari Rp4 miliar.
Pasca penggeledahan, keberadaan Noprisman di lingkungan kantor Dinas PUPR Kota Bengkulu juga menjadi sorotan. Ia disebut jarang terlihat berkantor.
Sekretaris Dinas PUPR Kota Bengkulu, Dian Fizaili, saat itu memastikan aktivitas pelayanan di instansinya tetap berjalan normal.
“Aktivitas seperti biasa, kita tetap ngantor seperti biasa,” kata Dian kepada wartawan, Senin (27/7/2026).
Ketika ditanya mengenai keberadaan Noprisman, Dian hanya memastikan bahwa Noprisman sempat berada di kantor sebelum rumahnya digeledah KPK.
“Ada (Noprisman, red) beliau,” ujar Dian singkat.
Sempat Diperiksa KPK
Noprisman kemudian kembali menjadi perhatian ketika menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Ia meninggalkan gedung KPK sekitar pukul 21.30 WIB dengan didampingi kuasa hukumnya, Ranggi Setidady, SH, MH.
Mengenakan kemeja putih, topi dan masker, Noprisman memilih tidak memberikan keterangan kepada wartawan yang telah menunggunya.
Keterangan kemudian disampaikan Ranggi. Ia menyebut pemeriksaan terhadap kliennya telah selesai dan berjalan dengan baik.
“Pemeriksaan hari ini aman, selesai semua. Alhamdulillah, insyaallah clean and clear. Insyaallah bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Ranggi.
Namun, uang lebih dari Rp4 miliar yang ditemukan penyidik KPK di rumah Noprisman menjadi salah satu hal yang kembali ditanyakan wartawan.
Ranggi menyebut uang tersebut merupakan uang pribadi kliennya dan menurutnya dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga mengakui terdapat sebagian uang yang memang diperuntukkan bagi kebutuhan proyek.
“Dan bisa dipertanggungjawabkan. Ada beberapa itu memang khusus untuk penggunaan proyek, tapi memang belum,” katanya.
Sementara ketika dikaitkan dengan proyek Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang menjadi perhatian dalam penyidikan KPK, Ranggi membantah adanya hubungan.
“Nggak ada hubungan sama proyek IPAL,” tegasnya.
Kini Namanya Muncul Lagi
Setelah rangkaian penggeledahan dan pemeriksaan tersebut, nama Noprisman kini kembali terlihat di ruang publik.
Bukan melalui konferensi pers ataupun pernyataan terkait proses hukum, melainkan melalui sebuah papan bunga yang dipasang untuk memperingati HUT TNI ke-81 di kawasan Makodim 0407/Kota Bengkulu.
Kemunculan tersebut menjadi perkembangan terbaru yang kembali membuat perhatian publik tertuju kepada sosok Kadis PUPR Kota Bengkulu itu.
Terlebih, sebelumnya Noprisman jarang terlihat di kantor setelah rumahnya digeledah KPK dan dirinya kemudian menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih.
Hingga kini, rangkaian proses hukum terkait penyidikan KPK tersebut masih menjadi perhatian publik. Sementara papan bunga dengan nama Noprisman menjadi penanda bahwa namanya kembali muncul setelah beberapa waktu tidak banyak terlihat di ruang publik. ***