Jalankan Perintah Walikota, BPKAD Akan Petakan Potensi PAD yang Lebih Akurat dan Terukur

Kepala BPKAD Kota Bengkulu, Yudi Susanda.

SIBERKLIK.COM - Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi meminta kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bengkulu (BPKAD) untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Caranya dengan mencari sejumlah potensi baru yang bisa dijadikan PAD. Menurut Dedy, dengan potensi PAD yang besar maka akan dapat lebih cepat dalam meningkatkan pembagunan bagi masyarakat.

Menanggapi permintaan tersebut, Kepala BPKAD Kota Bengkulu Yudi Susanda mengatakan pihaknya siap untuk menjalankan apa yang menjadi perintah dari pimpinan. Dimana pihaknya akan melakukan pemetaan potensi PAD yang lebih cermat, akurat dan terukur.

"Ini (peningkatan PAD) sebagai strategi penting dalam memperkuat struktur fiskal daerah sekaligus memastikan setiap potensi PAD dapat tergali secara optimal tanpa membebani masyarakat," katanya.

Yudi juga menegaskan bahwa pemetaan potensi pendapatan bukan sekadar pendataan angka, melainkan proses analisis menyeluruh terhadap sektor-sektor strategis yang memiliki kontribusi nyata terhadap kas daerah.

Menurutnya, pemetaan akan dilakukan melalui sinkronisasi data antar perangkat daerah, evaluasi capaian tahun sebelumnya, serta identifikasi sektor-sektor yang masih memiliki ruang optimalisasi. Pendekatan berbasis data dan validasi lapangan menjadi kunci agar kebijakan fiskal yang diambil tepat sasaran.

Ia menambahkan, pemetaan potensi juga mencakup pengelolaan aset daerah, retribusi, pajak daerah, serta sumber-sumber lain yang sah sesuai regulasi. Dengan sistem yang tertata, potensi kebocoran dapat diminimalisir dan efektivitas penerimaan daerah dapat ditingkatkan.

Yudi menjelaskan bahwa di awal tahun anggaran 2026, penguatan fondasi fiskal menjadi prioritas Pemerintah Kota Bengkulu. Pemetaan potensi pendapatan dipandang sebagai langkah awal untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik.

“Setiap rupiah pendapatan daerah harus dikelola dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ketika potensi tergali secara maksimal, maka ruang fiskal untuk pembangunan juga semakin kuat,” tegas Yudi.

BPKAD lanjut Yudi, juga akan mendorong sinergi lintas sektor dalam proses pemetaan tersebut. Kolaborasi antar-OPD dinilai penting agar seluruh potensi daerah dapat teridentifikasi secara komprehensif.

Ia optimistis, dengan pemetaan yang cermat dan akurat, Kota Bengkulu mampu meningkatkan kemandirian fiskal serta mempercepat realisasi program pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

“Ini bukan sekadar mengejar target angka, tetapi membangun sistem keuangan daerah yang sehat, kuat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (ADV)