Diduga Jadi Tempat Mesum, Pemkot Bongkar Pondok Warem di Pantai Panjang

Walikota Bengkulu, Dedy Wahyudi saat melakukan pembongkaran pondok warem milik pedagang.

SIBERKLIK.COM - Pemkot Bengkulu membongkar sejumlah pondok warung remang-remang (warem) di kawasan Pantai Panjang. Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi yang didampingi sejumlah petugas dan Satpol PP, ikut serta dalam pembongkaran tersebut. Diduga pondok warem itu menjadi tempat mesum dimana ditemui banyak kondom yang berserakan.

Diakun media sosialnya, Walkot Dedy membagikan video aksi pembongkaran pondok warem yang diduga menjadi tempat mesum ini. Tak perlu waktu lama, video ini pun viral di jagad maya.

Dalam video itu Dedy sempat menanyakan kepada salah seorang ibu pemilik pondok warem itu. "Kenapo (pondok) ini ditutup? Cubo jawab," tanyanya.

"Itu ado wartawan. Cubo jawab, ngapo ini ditutup? lanjut Dedy bertanya lagi kepada ibu tersebut sembari membuka terpal penutup pondok dan dibantu seorang petugas.

Ibu pemilik pondok sempat meminta agar pondok yang lain juga dibuka. "Kalau dibuka, buka semuanya. Biar adil," ujar ibu tersebut.

Mendengar permintaan itu, Dedy pun menegaskan jika semua pondok dibuka. Bahkan akan dibongkar karena diduga sudah menjadi temoat mesum. "Buka semuanya. Ayo pertugas tolong dibuka," perintahnya.

Dedy mengatakan pondok warem itu diduga menjadi tempat mesum. Sebab di sekitar lokasi banyak ditemui kondom dan sejenisnya. Ia pun sempat memperlihatkan sampah bekas kondom itu kepada pemilik pondok. 

"Nah coba lihat apa ini," tanya Dedy kepada pemilik pondok memperlihatkan sampah bekas kondom. "Ini gara-gara (pondok) ditutup."

Akibat diduga kuat pondok warem itu menjadi tempat mesum, Dedy pun memerintahkan Satpol PP untuk membongkar pondok tersebut. "Ini tidak boleh.. Harus dibongkar," tegasnya.

Selain merobohkan pondok mesum, Dedy juga memperingati ibu pemilik warung agar tidak menjual minuman kelapa dengan harga yang tinggi. Seperti diketahui pemilik warung biasa menjual air kelapa kepada pengunjung sebesar Rp 40 ribu.

"Jual kelapo 40 ribu, Alangke gedang ambik untungnyo," keluh Dedy kepada ibu pemilik warung sembari memintanya untuk menjual harga yang standar.

Untuk mejaga kebersihan pantai, Dedy juga meminta pemilik warung agar ikut membayar retribusi kebersihan seharga Rp 5 ribu per bulan."Ibu jangan lagi membuang sampah di belakang. Ikut langganan saja nanti sampahnya tiap  hari dijemput," pinta Dedy dan disetujui oleh ibu pemilik warung.

Selain membongkar pondok warem diduga tempatt mesum, dalam kegiatan ini juga Walkot Dedy membongkar pagar ranting yang dibuat pedagang. Menurutnya pemagaran di lahan pantai  tidak diperbolehkan. 

"Lokasi pantai ini bukan milik probadi, melainkan milik Pemda dimana semua warga ikut memiliki. Jadi tidak boleh memagar lahan untuk kepentingan pribadi, Pedagang punya hak menempati bukan memiliki," terang Dedy sembari membongkar pagar ranting kayu yang dipasang pedagang.

Dikatakan Dedy penertiban ini dilakukan untuk menciptakan kawasan Pantai Panjang yang bersih, indah dan nyaman untuk dikunjungi. "Pelan-pelan kita tata dan perbaiki kawasan Pantai Panjang agar menjadi tempat wisata yang indah dan nyaman untuk dikunjungi. Untuk itu kami mohon bantuan dan dukungan dari warga kota semuanya," pungkasnya. (AK)