Destita: Ada Makna Besar dari Perhelatan Makan Besar

Senator Bengkulu Destita Khairani (kanan) saat ikut masak dalam acara makan besar yang digelar oleh Pemprov Bengkulu.

SIBERKLIK.COM - Ramai suara miring netizen Bengkulu jelang pelaksanaan makan besar 100.000 warga yang dihelat Pemprov Bengkulu. Bahkan nada minor itu mulai nyaring terdengar sejak rencana itu diumumkan oleh Gubernur Bengkulu Helmi Hasan yang kurang diari sepekan pelaksanaanya.

Kini suara miring itu berganti dengan nada sanjungan. Hal ini tak lepas dari keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut. Walau harus diakui msh ada detil-detil kecil yang belum sempurna pelaksanaannya di lapangan. Namun secara keseluruhan hampir seluruh warga Bengkulu mengaku puas dengan pelaksanaan yang terkesan dilaksanakan secara dadakan itu.

Salah satu pujian atas terlaksananya kegiaan ini dilontarkan oleh anggota DPD RI Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM. Sang senator merasa bangga.Bahkan secara jujur ia tak dapat menyembunyikan ketakjubannya atas terselenggaranya acara makan besar ini.

destita

"Saya sengaja datang ke Bengkulu untuk menghadiri kegiatan ini. Walau dihari yang sama saya harus balik lagi ke Jakarta," kata Destita kepada media ini yang mengaku bahwa dia dan keluarganya akan melakukan ibadah umroh ke tanah sucii padda tanggal 12 April 2025 mendatang.

Destita mengaku punya alasan khusus kenapa ia sengaja datang menghadiri acara makan besar ini. Menurutnya, ada makna besar dari suksesnya kegiatan makan besar yang dilakukan Gubernur Helmi Hasan ini. Makna besar ini bukan karena adanya sang konten kreator Willie Salim yang ikut datang dalam acara tersebut  Bukan juga kehadiran ustad Derry Sulaiman yang memberi tausyiah seusai solat subuh dan membawakan beberapa lagu religi di atas panggung.

Makna besar dari kesuksesan acara makan besar ini sendiri menurut Destita terletak dari sang penggasan kegiatan itu sendiri yakni oleh Gubernur Helmi Hasan. "Ini sungguh gila. Acara sebesar ini bisa sukses dilaksanakan dalam perencanaan yang terbilang singkat. Tentu ini membuktikan adanya kedekatan emosional yang begitu kuat antara Gubernur Helmi Hasan dengan masyarakatnya," terang Destita.

Terlepas dari kritik yang datang atas kegiatan ini, Destita melihat bahwa ini adalah kegiatan bantu rakyat. Ia juga takk dapat memungkiri jika kegiatan ini juga memiliki makna besar lainnya yakni hidupnya silaturahmi masyarakat. "Dengan sukarela masyarakat datang berbondong memenuhi undangan makan besar yang diawali dengan kegiatan solat subuh berjamaah. Ini sebuah kegiatan religi yang dilakukan oleh seorang pemimpin untuk membawa masyarakatnya hidup dalam ketentreman berukhuwah," jelasnya lagi,

Dengan kedekatan emosional yang baik antara masyarakat dan pemimpinnya maka disanalah menurut Destita kemajuan daerah mulai nampak. “Ketika hati rakyat dan pemimpin saling terhubung, maka program pembangunan pun akan relatif berjalan lebih lancar dan penuh keikhlasan. Kita bekerja bukan hanya dengan tangan, tapi juga dengan hati,” kata senator yang dikenal dengan kerudung putih ini seperti dikutip dari media online Garis Keadilan.

Dengan besarnya makna yang terkandung dalam kegiata makan besar ini, Destita pun tak segan untuk mengimbau agar kegiatan ini bisa ditiru pada tingkatan pemerintahan di bawahnya, seperti bupati, walikota, kelurahan, desa dan lainnya. 

“Saya pikir kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Semangat seperti ini perlu dicontoh dan dibawa ke tingkat yang lebih kecil, seperti kampung-kampung dan desa-desa di seluruh kabupaten,” pungkasnya. (AK)