Dari Jual Air Galon, Putra Bengkulu Ini Sukses Jadi Pengusaha Besar di Jogjakarta

H. Muhammad Suryo, putra Bengkulu yang sukses menjadi pengusaha besar di Yogyakarta.

SIBERKLIK.COM - Nama H. Muhammad Suryo belumlah populer di Provinsi Bengkulu. Orang lebih mengenal sosok ayahnya H. Sumarno. Maklum ayahnya seorang pejabat publik sebagai Wakil Bupati Bengkulu Utara periode 2024-2029.

Berbanding terbalik di Jogjakarta. Di kota pelajar ini, Pria kelahiran Lampung 27 Maret 1984 ini lebih dikenal banyak orang. Ia adalah sosok pengusaha muda yang sukses melalui perusahaan Surya Grup Holding Company. 

Di bawah bendera Surya Group Holding Company, bisnis Suryo menggurita. Mulai dari konstruksi, properti, energi migas, penerbangan lewat maskapai Fly Jaya.

Barulah pada Juli 2024, Suryo merambah bisnis rokok dengan nama merek dagang HS. Ini adalah inisial dari namanya Haji Suryo.

Pabrik rokok HS beeawal di Muntilan, Magelang. Bisnis rokoknya berkembang pesat. Dari hanya 30 buruh linting menjadi produksi lebih dari 5 juta batang per hari dalam dua tahun terakhir. Tak heran jika kini Suryo lebih dikenal sebagai bos rokok HS.

Kesuksesan yang diraih Suryo tidaklah didapatnya secara instan. Ada perjuangan yang tak kenal lelah serta semangat kuat untuk merubah hidup.

Selepas menamatkan sekolah di SMAN 6 Kota Bengkulu, pada tahun 2002 Suryo menempuh pendidikan tinggi di Universita Veteran Negeri (UPN) Jogjakarta. Ia mengambil jurusan Sosial Ekonomi Pertanian.

Tak ada kemewahan yang dibawanya. Semasa kuliah Suryo membagi waktunya antara bekerja dan belajar.

Semangat wirausahanya ini mulai ia tekuni saat menjalani usaha kecil jasa air isi ulang. Kemudian ia juga pernah menjadi sopir. Bahkan membuka rental mobil. Dari situlah mental bisnis Suryo ditempa hingga menjadi seorang pengusaha sukses.

"Pada masa kuliah dulu, sempat saya mengalami keterbatasan ekonomi. Akhirnya saya bekerja menjadi penjual galon air isi ulang. Lalu bekerja menjadi supir dan buka rental mobil," kenang Suryo.

Meski sukses penjadi pengusaha di Jogja, Suryo tidak pernah melupakan Bengkulu sebagai tempatnya menempuh pendidikan dan darah pengabdian ayahnya.

Ia juga selalu memberi kemudahan bagi calon pegawai yang ingin bekerja. Seperti di HS Industry. Ia memiliki kebijakan rekruitmen yang tidak mementingkan ijazah tinggi atau pengalaman kerja. Siapa yang mau bekerja secara sungguh-sungguh akan diberi kesempatan.

Hal ini dilakukan Suryo karena mengingat dirinya yang berangkat dari nol dan tanpa koneksi.

Suryo juga dikenal sosok yang dermawan. Setiap hari jum'at di pabriknya rutin mendatangkan pedagang kecil untuk makan gratis seluruh karyawan. Bahkan setiap tahun memberangkatkan 50 orang karyawan terpilih untuk umroh.