Beranda Bengkulu Metro Tiket Pesawat Mahal, Industri Pariwisata Bengkulu Terancam

Tiket Pesawat Mahal, Industri Pariwisata Bengkulu Terancam

Lizar Alfansi
Lizar Alfansi

SIBERKLIK.COM – Mahalnya harga tiket pesawat dari dan ke Bengkulu disinyalir akan menurunkan jumlah penumpang pesawat. Efek lainnya, akan berimbas pada jumlah kunjungan wisatawan ke Bengkulu serta mengancam industri pariwisata.

Dari pantauan Siberklik.com ke sejumlah layanan pembelian tiket online, harga tiket pesawat dari dan ke Bengkulu rata-rata di harga Rp 1 jutaan. Harga ini termasuk untuk pemesanan hingga bulan Maret 2019 mendatang.

Biaya yang dikeluarkan untuk naik pesawat ini, juga akan semakin bertambah. Ini seiring dengan mulai diberlakukannya tarif bagasi berbayar oleh maskapai Lion Group.

Seperti diketahui maskapai penerbagangan low cost carrie (LCC) ini memiliki jam penerbangan yang paling banyak dari dan ke Bengkulu.

Pengamat ekonomi Unib dan juga pemerhati masalah wisata, Prof Lizar Alfanzi tak menapik hal tersebut. Bahkan melalui pesan WhatsApp kepada Siberklik.com, ia meminta pemerintah untuk mengambil sikap terkait mahalnya harga tiket pesawat ini.

“Kenaikan harga tiket pesawat di Bengkulu ditenggarai akan menurunkan jumlah kunjungan wisatawan ke Bengkulu,” katanya

“Pemerintah perlu mengimbau pihak maskapai untuk menurunkan harga tiket dari dan ke Bengkulu. Harga tiket Bengkulu-Jakarta salah satu yang termahal di Indonesia,” tulisnya.

Segmen Wisatawan Bengkulu Menengah Kebawah

Lizar mengatakan kunjungan wisatawan karena perjalanan dinas atau bisnis akan stabil dan tidak banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga.

Namun sebaliknya, bagi wisatawan kelas menengah ke bawah, kenaikan tiket pesawat ini akan sangat berpengaruh.

“Segment turis yang datang ke Bengkulu adalah turis kelas menengah ke bawah. Termasuk anak-anak muda. Tentu mereka ini sangat sensitif dengan kenaikan harga tiket,” jelasnya.

Dengan kondisi ini, tentu para wisatawan akan melihat opsi wisata di tempat terdekat. Bisa jadi juga mereka melirik wisata manca negara karena harga tiket internasional bisa relatif lebih murah.

“Misal, berwisata ke Phuket Thailand akan lebih murah dibandingkan dengan ke Bunaken Manado. Bepergian ke Tokyo bisa lebih murah daripada melihat keindahan panorama Raja Ampat. Belum lagi wisata internasional dipandang lebih prestisius,” ujarnya.

Secara ekonomi, tutur Lizar penurunan jumlah turis yang datang juga akan mengakibatkan penurunan volume industri kaitan tourism. Diantaranya hotel, hiburan, cinderamata, dan kuliner. (AK)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of