Beranda Headline Sudah Disegel Polisi Malaysia, KPU dan Bawaslu Tak Bisa Cek Surat Tercoblos

Sudah Disegel Polisi Malaysia, KPU dan Bawaslu Tak Bisa Cek Surat Tercoblos

Inilah surat suara yang tercoblos di salah satu lokasi di Malaysia. foto : net
Inilah surat suara yang tercoblos di salah satu lokasi di Malaysia. foto : net

SIBERKLIK.COM – Upaya KPU dan Bawaslu untuk mengecek surat suara yang tercoblos di Malaysia belum menuai hasil.

Bahkan pihak KPU dan Bawaslu tidak mendapatkan izin untuk memeriksa surat suara tersebut oleh Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM).

Tak diberikannya izin ini lantaran dua lokasi yang mejadi penemuan surat suara tercoblos itu sudah disegel PDRM dengan diberi gari polisi.

“Tempatnya diberi police line. Kami bicara dengan polisi yang jaga tidak diberi akses masuk,” kata salah seorang anggota KPU Ilham yang datang ke lokasi kejadian, seperti dilansir Antara, Sabtu, (13/4).

Selain Ilham ikut juga anggota KPU RI lainnya yakni Hasyim Asy’ari dan anggota Bawaslu RI, Ratna Dewi Pettalolo.

Sebelumnya saat ke lokasi kejadian, tim dari KPU dan Bawaslu berangkat bersama dengan KBRI Kuala Lumpur.

Namun tidak berhasil melihat karung-karung surat suara di lantai dua, karena dalam keadaan terkunci dan tidak diizinkan kepolisian Malaysia, pada Jumat (12/4) kemarin.

“Pada intinya kami sudah berupaya melakukan verifikasi dan klarifikasi kira-kira di dalam ada apa,” katanya.

“Karena belum diberi akses, kami tidak bisa masuk dan belum bisa memberi penilaian apapun terhadap apa yang ada di dalam,” sambung Ilham.

Sementara itu Ratna mengatakan Bawaslu sudah mendapat informasi soal surat suara dicoblos itu. Namun, dia harus memastikan langsung karena ada beberapa hal yang masih dipertanyakan.

“Informasinya ada tiga jenis tas yakni hitam, putih, dan coklat. Kita mau lihat isinya apa. Kedua, apakah isinya memang surat suara pos yang diproduksi KPU,” kata Ratna seperti dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

“Ini akan menjadi fakta penting bagi kami penyelenggara apa yang harus dilakukan dengan adanya peristiwa ini. Kita harus menjaga kepercayaan publik terhadap pemilu,” ujar Ratna.

Ratna mengatakan PPLN Kuala Lumpur juga tidak berada di lokasi saat peristiwa tersebut.

“Nanti kita diskusikan dengan KPU karena setiap keputusan harus ada argumentasi. Terhadap proses lain silakan berjalan dan tidak ada masalah. Proses lain yang jalan sudah sesuai aturan,” ujar Ratna.

Dalam video dugaan penemuan surat suara dicoblos yang beredar, surat suara tersebut dicoblos untuk pasangan Capres dan Cawapres Nomor Urut 01, dan calon anggota DPR RI, Davin Kirana dan Ahmad dari Partai Nasdem. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of