Beranda Ekonomi Sindikat Pembobol Bank Rp 14 Triliun Ditangkap

Sindikat Pembobol Bank Rp 14 Triliun Ditangkap

ilustrasi : net

SIBERKLIK.COM – Kasus pembobolan bank dengan nilai mencapai Rp 14 triliun berhasil diungkap Bareskrim Mabes Polri melalui jajaran Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal. Lima orang pelaku telah diamankan dan tiga orang lainnya dalam pengejaran.

Pembobolan bank ini dilakukan dengan cara memanipulasi dana piutang nasabah kredit sebagai jaminan yang dilakukan oleh PT SNP. Dari data bodong tersebut, pihak perusahaan mengajukan fasilitas pinjaman kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada bank.

Tak tanggung-tanggung ada 14 bank yang menjadi korban pembobolan ini. Termasuk di dalamnya sejumlah bank BUMN.

Akibat kejadian ini pihak kepolisian berhasil mengamankan empat orang tersangka yang merupakan para pekerja PT SNP. Diantaranya DS sebagai direktur, RA sebagai direktur keuangan, AP sebagai direktur operasional, AS sebagai asisten manajer keuangan dan customer service.

“Para tersangka ini ditangkap pada tanggal 14 September dan 20 September 2018 di beberapa lokasi di Jakarta,” terang Wakil Direktur Tipideksus Komisaris Besar Daniel Tahi Monang Silitonga, seperti dikutip dari laman Tempo.Co

Daniel juga mengatakan pihaknya juga masih mengejar beberapa buronan lainnya yakni LC, LD dan SL yang berperan sebagai pemegang saham, membuat dan merencanakan piutang fiktif yang menjadi jaminan di 14 bank.

“Mereka yang masih buron ini juga menggunakan uang hasil fasilitas kredit dengan jaminan fiktif berupa data konsumen Columbia,” ujarnya.

Terungkapnya kasus pembobolan bank ini, kata Daniel, berawal dari laporan Bank Panin ke polisi pada Agustus 2018. Kronologisnya, awalnya PT SNP mengajukan pinjaman fasilitas kredit modal kerja dan fasilitas kredit rekening koran kepada Bank Panin periode Mei 2016 – September 2017.

Plafon kredit yang diajukan sebesar Rp 425 miliar dengan jaminan daftar piutang pembiayaan konsumen Columbia. Pada Mei 2018, terjadi kredit macet sebesar Rp 141 miliar.

“Dengan jaminan data kreditor, pihak bank pun tidak ragu untuk menguncurkan dana kepada perusahaan tersangka,” katanya.

Daniel melanjutkan, ada catatan pembiayaan tapi fiktif sehingga tidak bisa ditagih dan para tersangka sampai saat ini tidak dapat menunjukkan dokumen kontrak pembiayaan yang dijadikan jaminan.

“Atas kejadian ini Polisi telah membekukan 14 rekening milik tersangka, serta menyegel gedung tempat perusahaan tersebut beroperasi di Jakarta,” timpalnya.

Sejumlah barang bukti yang disita dalam kasus pembobolan bank ini di antaranya fotokopi perjanjian kredit Bank Panin dengan PT SNP, fotokopi jaminan fidusia piutang yang dijaminkan kepada Bank Panin dan fotokopi laporan keuangan in house PT SNP periode 2016-2017.

Kepolisian, ujar Daniel, mengimbau masyarakat agar lebih hati-hati dalam memilih jasa kredit. Kepada pihak bank, dia meminta agar tidak asal dalam memberikan dana kredit. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of