Beranda Ekonomi Rupiah Sentuh Rp 15 Ribu per Dolar AS, Hutapia: Segera Benahi Defisit...

Rupiah Sentuh Rp 15 Ribu per Dolar AS, Hutapia: Segera Benahi Defisit Transaksi Berjalan!

Hutapia Wazir.

SIBERKIL.COM – Rupiah makin terpuruk atas dolar AS. Dibuka melemah pada sesi perdagangan pagi tadi, siang ini mata uang Garuda menembus level Rp 15 ribu per dolar AS. Rupiah melemah 89 poin dibanding sesi penutupan kemarin.

Posisi rupiah ini terlemah dalam kurun beberapa tahun terakhir. Sepanjang tahun ini rupiah mengalami pelemahan hingga di atas 10%.

Pengamat ekonomi Unib, Dr Hutapia Wazir mengatakan sulit bagi rupiah untuk bisa stabil. Ini salah satunya disebabkan kondisi transaksi berjalan Indonesia yang mengalami defisit (Current Account Deficit/CAD). Bahkan Bank Indonesia (BI) sendiri memperkirakan defisit ini akan meningkat dari target sebesar 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) namun tak akan lewat dari 3% sampai akhir tahun ini.

Diketahui, defisit transaksi berjalan berada diangka 2,2% dari PDB pada kuartal I 2018. Kemudian, meningkat menjadi 3% dari PDB pada kuartal II 2018. Hal ini membuat posisi defisit transaksi berjalan secara kumulatif sebesar 2,6% dari PDB pada semester I-2018.

Untuk kuartal III tahun ini, diprediksi defisit transaksi berjalan tidak akan turun. Tingginya impor selama Juli dan Agustus jadi penyebabnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Juli dan Agustus sebanyak US$ 29,43 miliar atau tumbuh 24,65% dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 23,61 miliar. Ini artinya jurang defisit berpotensi melebar.

“Akan sulit bagi kita untuk menstabilkan rupiah jika defisit transaksi berjalan masih tinggi. Kondisi ini sangat rentan bagi perekonomian kita terhadap tekanan ekonomi global. Tentu tak heran jika rupiah akan semakin melemah,” katanya.

Penaikan suku bunga acuan (BI rate) atau 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) yang dilakukan BI serta melakukan intervensi pasar melalui cadangan devisa, dianggap sebagai langkah antisipatif yang tepat untuk menstabilkan rupiah. Namun sekali lagi Hutapia mengatakan hal itu bukan menyembuhkan penyakit akan kondisi perekonomian kita.

“Kuncinya kita harus mampu mengendalikan impor. Jika impor turun artinya kebutuhan akan dolar akan berkurang,” jelasnya.

Pemerintah, terang Hutapia bisa mengendalikan impor dengan hanya mengimpor barang-barang kebutuhan utama saja. Diluar kebutuhan itu, impor bisa dikurangi atau tidak perlu impor sama sekali.

Diakuinya saat ini salah satu penyumbang impor terbesar Indonesia adalah minyak. Hampir kebutuhan minyak dalam negeri dari hasil impor.

Namun jika ada produk kebutuhan utama yang bisa diproduksi di dalam negeri maka pemerintah bisa menahan ‘selera’ untuk impor. “Misalnya produksi beras kita surplus. Maka impor beras bisa ditangguhkan agar kebutuhan akan dolar bisa berkurang,” ujarnya.

Selain itu yang bisa juga dilakukan untuk memperbaiki kondisi ekonomi saat ini yaitu, mulai dikembangkannya industri. Terutama industri hilir yang berbasis pada sumberdaya yang unggul di Indonesia.

“Negara kita ini kaya akan potensi sumberdaya. Untuk itu harus dikembangkan industri hilir sehingga bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selama ini kita cenderung mengekspor bahan baku keluar salah satunya CPO (crude palm oil) saja. Namun mengimpor barang jadi dari hasil CPO itu untuk memenuhi kebutuhan sehingga tak memberi nilai tambah pada transaksi,” jelasnya.

Naikkan BI Rate

Terkait dengan upaya penaikan BI Rate atau 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR), Hutapia mengatakan hal itu tergantung dari kebijakan BI sendiri. “Jika memang kondisinya harus dinaikkan agar rupiah tidak begitu dalam tekanannya maka sudah seharusnya BI menaikkan suku bunga acuannya,” katanya.

Hanya saja lanjutnya, kenaikan akan BI Rate akan berdampak pada tersendatnya pertumbuhan ekonomi di sektor rill. “Di sini bank juga harus bisa padai dalam melakukan efesiensi. Sebab kenaikan BI Rate tidak mesti harus berbanding lurus untuk menaikkan suku bunga pinjaman. Sebab hal itu juga akan berdampak pada bank itu sendiri. Salah satunya meningkatknya kredit bermasalah (NPL),” terangnya. (AK-7)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of