Beranda Headline Presiden Cabut Remisi Pembunuh Wartawan

Presiden Cabut Remisi Pembunuh Wartawan

Wartawan Bengkulu saat menggelar aksi solidaritas menolak remisi pembuh jurnalis di Pantai Jakat, Bengkulu, Sabtu (26/1) lalu.
Wartawan Bengkulu saat menggelar aksi solidaritas menolak remisi pembuh jurnalis di Pantai Jakat, Bengkulu, Sabtu (26/1) lalu.

SIBERKLIK.COM – Protes dan penolakan atas remisi yang diberikan Presiden Jokowi untuk pembunuh wartawan Radar Bali, I Nyoman Susrama menuai hasil.

Di hadapan para wartawan saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Surabaya, Sabtu (9/2), presiden menegaskan telah mencabut remisi tersebut.

“Sudah, sudah saya tandatangani,” kata Jokowi saat bersalaman dengan sejumlah pemimpin media dan tokoh pers di Surabaya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.

Sebelumnya Jokowi memberi remisi atas otak pembunuhan wartawan Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Sejumlah wartawan di berbagai daerah, termasuk Aliasi Jurnalistik Indonesia (AJI) melakukan protes atas kebijakan tersebut.

Wartawan di Bengkulu pun juga menggelar aksi solidaritas menolak pemberian remisi tersebut, Sabtu 26 Januari 2019 lalu di Pantai Jakat.

Kuatnya gelombang protes ini membuat Jokowi mencabut kembali remisi yang sudah ia tandatangani sebelumnya.

Sejumlah pengamat menyebut pencabutan remisi ini sebagai bentuk Jokowi melakukan proses ‘hukum responsif’ akibat derasnya penolakan di masyarakat. Terkhusus dari kalangan wartawan.

“Keputusan Presiden untuk membatalkan remisi pada Susrama justru menunjukkan sikap presiden yang responsif sebagaimana dikehendaki oleh UU Administrasi Pemerintahan,” terang ahli hukum tata negara Dr Bayu Dwi Anggono seperti dikutip dari Detik.com.

Sebagaimana diketahui, dalam dunia akademik, dikenal tiga teori tentang bekerjanya hukum dan masyarakat. Teori ini ditelurkan oleh ahli hukum Nonet dan Selznick. Tiga jenis hukum itu:

1. Hukum Represif, yaitu hukum sebagai alat kekuasaan represif.
2. Hukum Otonom, yaitu hukum sebagai suatu pranata yang mampu menetralisir represi dan melindungi integritas hukum itu sendiri.
3. Hukum Responsif, yaitu hukum sebagai suatu sarana respons terhadap ketentuan-ketentuan sosial dan aspirasi-aspirasi masyarakat. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of