SIBERKLIK.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar Sosialisasi "Peran Remaja Terhadap Penurunan Stunting" Di SMKN 02 Bengkulu Selatan Kecamatan Pino Raya, Rabu (28/05/2025).
Sosialisasi kepada anak di tingkat SMA ini mengenai pencegahan pernikahan dini agar meningkatkan kesadaran anak yang beranjak remaja dan yang sudah remaja untuk tidak mengikuti perkembangan zaman, berdampak sangat besar baik untuk menjalani kehidupan untuk generasi bangsa selanjutnya. Apalagi anak yang dilahirkan dari pernikahan dini 50 persennya akan berakibat stunting dengan nara sumber Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Aulia Fujina yang mewakili Kepala DPPKBP3A Bengkulu Selatan, Feri Kusnadi.
"Akibat pernikahan dini ini, dampaknya bisa memicu terjadinya perceraian, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Karena, bagi perempuan yang yang melahirkan di bawah umur sangat rentan terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Baik untuk ibunya ataupun anak yang dilahirkan. Untuk mencegah itu, kita harapkan wajib sekolah 12 tahun, menekankan ideal pernikahan wanita 21 tahun laki - laki 25 tahun," jelas Aulia.
Selain sering melakukan sosialisasi terhadap sekolah-sekolah dan masyarakat, pihaknya juga meminta setiap sekolah membentuk konseling antar remaja.Karena sesama remaja penyampaian akan lebih mudah diterima.Pernikahan dini ini bisa juga terjadi karena pengaruh gadget yang nantinya kan berujung kepada pergaulan bebas, melakukan sek bebas.
"Kedepan kita harapkan Kabupaten Bengkulu Selatan bisa mencapai Kabupaten Layak Anak (KLA), dengan menjalankan program Pemerintah Pusat dalam pencegahan Stunting. Karena, pencapaian itu bisa terwujud dalam pengurangan dalam pernikahan dini dan kami harapkan di seluruh desa tidak ada lagi yang melakukan pernikahan anak usia dini," pungkasnya.
Sebagai tambahan, Ia meminta peran besar dari orang tua untuk mengawasi setiap pergaulan anak-anaknya agar tidak terjerumus sek bebas, dengan hanya sekadar mau menutupi aib keluarga terpaksa dilakukan pernikahan dini, terkadang orang tua tidak memahami akibat yang akan terjadi kedepannya.(adv/IY)