Beranda Ekonomi Dolar AS Melemah, Rupiah Belum Zona Aman

Dolar AS Melemah, Rupiah Belum Zona Aman

ilustrasi foto : net

SIBERKLIK.COM – Dalam beberapa hari terakhir ini, dolar AS mengalami pelemahan atas sejumlah mata uang Negara lain. Termasuk rupiah.

Namun kondisi ini belum bisa dikatakan mata uang Garuda sudah mulai stabil atas mata uang negara adidaya tersebut. Rupiah masih belum masuk zona aman.

Dolar mengalami pelemahan atas rupiah terjadi sejak Jum’at (2/11) akhir pekan lalu. Kala itu rupiah berhasil meninggalkan angka Rp 15 ribu atas dolar AS. Tepatanya diangka Rp Rp 14.955 per dolar AS.

Pelemahan dolar terus berlanjut. Pada sesi perdagangan pagi ini, Rabu (7/11) rupiah dibuka menguat atas dolar AS. Mata uang Garuda berada di posisi Rp 14.765 per dolar AS. Menguat sebesar 39 poin atau 026% dari penutupan kemarin sore, Selasa (6/11) sebesar Rp 14.804 per dolar AS.

Hutapia Wazir.

Kendati bakal diprediksi masih akan terus alami penguatan hingga sesi penutupan sore nanti, namun belum bisa dikatakan rupiah sudah stabil. Terlebih lagi penguatan ini lebih dominan disebabkan oleh pengaruh eksternal.

Masalah perang dagang antara AS dan China, serta hasil Pemilu Kongres AS yang terlihat agak mengancam Partai Republik (partai pemenangan Presiden AS Donald Trump) menjadi beberapa alasan faktor ekternal tersebut.

Menurut pengamat ekonomi Universitas Bengkulu (Unib) Dr Hutapia Wazir, kondisi ekonomi dalam negeri yang masih belum stabil membuat rupiah masih berpotensi akan melemah. Salah satunya yakni neraca pembayaran yang masih defisit.

“Neraca pembayaran kita yang masih defisit menjadi beban sehingga belum memberi dampak bagi penguatan ekonomi dalam negeri,” katanya.

Bank Indonesia (BI) sendiri mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan II-2018 mengalami defisit sebesar 4,3 miliar dolar AS (USD 4,3 miliar). Defisit ini terjadi akibat adanya defisit transaksi berjalan pada triwulan II sebesar 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hutapia sendiri menyarankan agar pemerintah terus melakukan upaya untuk memperbaiki defisit transaksi berjalan itu. Salah satu diantaranya dengan terus meningkatkan ekspor dan meminimalisir impor.

“Akan sulit bagi kita untuk menstabilkan rupiah jika defisit transaksi berjalan masih tinggi,” ujarnya. (AK-7)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of