Beranda Headline Oknum Caleg Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Sejak Masih SD

Oknum Caleg Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Sejak Masih SD

Oknum Caleg Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Sejak Masih SD
Oknum Caleg Cabuli Anak Kandungnya Sendiri Sejak Masih SD

SIBERKLIK.COM – Seorang oknum Caleg dilaporkan ke polisi setelah ketahuan mencabuli seorang remaja berusia 18 tahun yang ternyata anak kandungnya sendiri.

Saat ini oknum Caleg di Solok Sumatera Barat berinisial EE (45) itu sudah diamankan Satreskrim Kota Solok Sumatera Barat.

EE mencabuli anak kandungnya sejak masih SD. Aksi bejat itu dilakukannya sejak tahun 2011 hingga 2019.

Dalam kurun waktu 8 tahun korban dipaksa melakukan hal yang tak sepantasnya.

Dalam kurun waktu tersebut, tersangka memaksa korban untuk melakukan perbuatan itu secara berulang-ulang.

Setiap selesai berhubungan, tersangka mengancam korban agar tidak mengadukan perbuatannya.

Korban Curhat Dengan Guru BK

Terungkapnya aksi bejat itu berawal korban yang saat ini duduk di bangku SMA curhat pada guru Bimbingan Konseling (BK) di sekolahnya.

Kapolres Solok Kota, AKBP Dony Setiawan melalui Paur Subbag Humas, Ipda Yesi mengatakan, setelah korban bercerita kepada guru BK, gurunya menyampaikan kepada nenek korban.

“Nenek korban lalu melaporkan tersangka ke Polres Solok Kota pada 12 Januari 2019,” katanya.

Ia mengatakan, barang bukti yang diamankan adalah satu unit handphone, satu helai baju kaos lengan pendek warna putih, satu celana dalam wanita.

“Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polres Solok Kota, guna untuk penyelidikan lebih lanjut,” katanya.

Tersangka diamankan pada Selasa (23/4) pukul 15.00 WIB saat sedang makan nasi Padang di sebuah rumah makan di Kota Solok, Sumatera Barat.

Paur Subbag Humas, Ipda Yesi membenarkan telah diamankan seorang pria berinisial EE yang saat ini berstatus sebagai caleg.

“Tersangka EE diamankan karena adanya laporan yang masuk telah melakukan tindak pidana pencabulan anak di bawah umur yang dilakukan oleh tersangka terhadap anak kandungnya sendiri,” katanya kepada TribunPadang.com, Rabu (24/4).

Ia mengatakan, penangkapan ini atas laporan Polisi Nomor: LP/109/B/IV/2019 tanggal 12 April 2019.

Korban merupakan seorang siswi di salah satu SMA di Kota Solok. Saat diamankan, kata dia, tersangka tidak melakukan perlawanan.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 81 Ayat 3 Undang-undang Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” ujarnya.

Tersangka diancam pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara serta denda paling banyak Rp 5 miliar.

“Saat ini tersangka diamankan di Mapolres Solok Kota,” katanya. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of