Beranda Ekonomi Defisit Transaksi Berjalan Membengkak, Rupiah Terancam Melemah (Lagi)

Defisit Transaksi Berjalan Membengkak, Rupiah Terancam Melemah (Lagi)

Ilustrasi : net

SIBERKLIK.COM – Indonesia mengalami kenaikan defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) pada triwulan III tahun ini. Kondisi ini diprediksi sebagai sinyal pelemahan nilai tukar rupiah atas dolar AS.

Bank Indonesia (BI) sendiri mencatat defisit transaksi pada triwulan III sebesar USD 8,8 miliar atau 3,37% terhadap produk domestik bruto (PDB). Besaran defisit kali ini membengkak jika dibanding defisit pada triwulan sebelumnya sebesar USD 8,0 miliar atau 3,02% terhadap PDB.

Kendati mengalami pembengkakan atas defisit transaksi berjalan, namun BI menilai secara kumulatif besaran defisit yang terjadi hingga saat ini masih dalam batas aman yakni sebesar 2,86% atas PDB.

Sinyal pelemahan rupiah atas dolar AS terkait defisit transaksi berjalan yang semakin membekak ini, sudah mulai terlihat. Pada sesi perdagangan Senin (12/11) pagi ini, rupiah dibuka melemah atas dolar AS di posisi Rp 14.755 per dolar AS. Posisi ini melemah 77 oin atau 0,53 persen dari akhir pekan lalu, Jumat (9/11) di Rp 14.678 per dolar AS.

Sejumlah analis memperkirakan pembekakan defisit transaksi berjalan ini akan membuat rupiah tertekan. Disamping faktor eksternal seperti sinyal agresif (hawkish) bank sentral AS, The Federal Reserve terhadap kenaikan tingkat bunga acuan pada Desember mendatang.

“Imbas hasil pertemuan The Fed terkait arah kebijakannya dibarengi dengan rilis defisit neraca transaksi berjalan yang meningkat diperkirakan masih akan menahan pergerakan rupiah,” ungkap analis CSA Research Institute Reza Priyambada seperti dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Jauh sebelumnya, pengamat ekonomi Universitas Bengkulu (Unib), Hutapia Wazir juga sudah memperkirakan jika defisit transaksi yang terus membengkak ini menjadi persoalan utama rupiah akan sulit berada di zona aman.

“Akan sulit bagi kita untuk menstabilkan rupiah jika defisit transaksi berjalan masih tinggi. Kondisi ini sangat rentan bagi perekonomian kita terhadap tekanan ekonomi global,” katanya. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of