Beranda Ekonomi Kredit Macet SNP Finance, Mandiri dan BCA Klaim Masih Aman-aman Saja

Kredit Macet SNP Finance, Mandiri dan BCA Klaim Masih Aman-aman Saja

foto ilustrasi : net

SIBERKLIK.COM – Dua bank papan atas di republik ini, PT. Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) adalah salah dua dari 14 bank yang dibobol oleh PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP) Finance. Kendati demikian, kedua bank tersebut mengaku tidak mengalami kesulitas likuiditas terkait kredit macet yang ditimbulkan.

Diketahui PT SNP Finance merupakan anak perusahaan dari Grup Columbia yang melakukan tindak pidana pemalsuan dokumen, penggelapan, penipuan dengan total mencapai Rp 14 triliun. Dimana ada 14 bank yang masuk dalam skandal pembobolan tersebut.

Bank Mandiri sendiri sebagai salah satu bank BUMN yang kecipratan skandal pembobolan ini, mengalami kredit macet dari perusahaan pembiayaan tersebut sebesar Rp 1,2 triliun. Besaran pinjaman itu menurut Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas seperti dikutip dari laman CNNIndonesia sudah termasuk pokok dan bunga yang diakumulasi sejak beberapa tahun terakhir.

Kendati demikian Rohan mengatakan kredit macet tersebut tidak menganggu kinerja dan bisnis Mandiri secara keseluruhan. “Sekarang sudah jadi kredit macet. Sudah kami cadangkan sehingga tidak akan mengganggu kinerja lagi,” ungkap Rohan.

Senada dengan Mandiri, BCA pun mengklaim tak tergangguh dengan skandal PT SNP yang menyebabkan terjadinya kredit macet.

Direktur Utama BCA Jahja Setiatmadja menyebut total pinjaman SNP Finance pada banknya jauh lebih kecil, yakni mencapai Rp 210 miliar.

“Kredit macet yang ditimbulkan kepada BCA kecil Rp 210 miliar dibandingkan total kredit kami Rp 520 triliun. Sudah dibuat juga biaya pencadangannya,” katanya.

PT SNP sendiri tercatat sebagai salah satu nasabah besar Bank Mandiri dan berpredikat baik selama hampir 20 tahun terakhir. Hanya saja sebut Rolan, tiba-tiba itikadnya mulai berubah hanya dalam beberapa bulan terakhir. Kredit yang tadinya lancar kini menjadi macet.

Tak lama setelah kreditnya mulai macet, dan kasusnya telah masuk ke ranah hukum, menurut Rohan, perusahaan tersebut mengajukan pailit secara sukarela. “Tiba-tiba saja mereka sukarela mengajukan pailit. Itikadnya sudah tidak baik,” ujarnya. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of