Beranda Bengkulu Metro Kehebatan Emak-emak Bawa Motor dari Bogor ke Bengkulu

Kehebatan Emak-emak Bawa Motor dari Bogor ke Bengkulu

Yimas Handayani mengendarai Motor PCX bersama teman-teman Honda PCX Club Indonesia, Sabtu (23/2). foto : rifky siberklik.

SIBERKLIK.COM – Dibalik istilah ‘the power of emak-emak’ saat berkendara, ada hal lain yang perlu dipahami kaum adam lebih dalam soal cewek naik motor.

Yimas Handayani (42) mengendarai Motor PCX bersama teman-teman Honda PCX Club Indonesia (HPCI) tak kurang 150 orang ada dari Padang, Bogor dan wilayah Sumatera dan Jawa.

Yimas Handayani berasal dari Cibinong Jawa Barat yang merupakan lady biker atau emak-emak tangguh mengikuti touring dan ahirnya samapai di Bengkulu merayakan HUT HPCI Bengkulu ke II sekaligus Kopi Darat (Kopdar).

“Pas tuoring saya di depan jadi tidak ketinggalan jauh dengan kawan-kawan yang lain, ya saya bawa sendiri motornya tidak ada yang bonceng di belakang,” ujarnya sekaligus beliau adalah pengurus pusat keanggotaan HPCI di Jakarta.

Yimas Handayani (42) mengendarai Motor PCX bersama teman-teman Honda PCX Club Indonesia (HPCI)
Yimas Handayani

Dirinya menegaskan, siapa saja yang melarang cewek naik motor bisa jadi lupa dengan persamaan hak.

Hak wanita sebagai manusia, mempunyai kesukaan, banyak juga kaum ibu yang naik motor untuk pergi ke pasar atau berdagang.

“Kita bukan geng tetapi club, berbagai macam pekerjaan tetapi memiliki hobby yang sama sekaligus menambah persaudaraan,” jelasnya.

Ketua Penyelenggara Syafril Syarif saat diwawancarai menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk mempererat dan menjalin silaturahmi sesama anggota HPCI Pulau Sumatera dan Jawa.

“Terimakasih kepada Bapak Walikota Bengkulu Helmi Hasan yang telah memfasilitas kegiatan ini. Semoga dengan acara ini, Kota Bengkulu yang dikenal sebagai Bumi Rafflesia menjadi kenangan indah yang akan dibawa pulang untuk diceritakan,” kata Syafril.

Sementara itu, Walikota Bengkulu Helmi Hasan dalam kegiatan ini mengajak HPCI untuk selalu berbuat kebaikan.

Kalau ada orang senangnya ribut, berbicara keburukan ini tandanya kurang makan-makan dan kurang jalan-jalan.

“Pesan saya yaitu perbanyak kebaikan kemudian seperti kata orang kamboja beng-beng, yakni makan-makan jalan-jalan, insya allah menyatukan hati,” tegasnya.

“Mari kita selalu bicara kebaikan, melihat kebaikan, mendengar kebaikan. Stop bicara keburukan dan melihat keburukan,” tutupnya. (rfky)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of