Tak Boleh Lagi Berjualan di Jalan, Walkot Dedy: Di Dalam Masih Ada Tempat Kok!

Para pedagang yang berjualan di bahu jalan membongkar lapaknya sendiri.

SIBERKLIK.COM - Pemkot Bengkulu masih terus berupaya untuk merelokasi pedagang pasar Panorama secara persuasif. Mereka yang biasa berjualan di bahu jalan diminta kerjasamanya untuk berjualan di dalam mengisi lapak yang masih kosong.

Relokasi pedagang ini, merupakan upaya Pemkot Bengkulu untuk menjadikan pasar Panorama lebih tertata dengan baik dan nyaman bagi para pembeli. Tak hanya pasar Panorama, tapi juga menyasar ke pasar-pasar yang ada di Kota Bengkulu. 

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan bahwa revitalisasi pasar merupakan salah satu dari program 100 hari kerja yang dilakukan. Untuk itu ia meminta kerjasama dari para pedagang agar mau untuk direlokasi berjualan di dalam demi kepentingan bersama. Bahkan dengan tegas Dedy mengatakan bahwa lapak di dalam masih banyak yang kosong. 

"Di dalam masih ada tempat kok, masih memungkinkan untuk ditempati pedagang. Relokasi pedagang pasar panorama ini baru tahap awal, tapi memang saya tidak mau grasak grusuk, tapi yang jelas nanti semuanya itu tidak ada lagi yang jualan di jalan. Tolong beri kami waktu," terang Dedy

Banyak pedangan yang mau direlokasi dan berjualan di dalam, Namun diantara mereka ada yang mengingikan untuk manambah bangunan di lapak yang disediakan tersebut. 

Terkait adanya permintaan pedagang ini, Walkot Dedy mempersilahkan. Katanya pedagang boleh membangun atas inisiatif mereka sendiri. Namun dengan catatan apabila dikemudian hari pemerintah mau melakukan pembangunan, di lapak tersebut, maka tidak ada ganti rugi.

"Ingin membangun sendiri boleh. Silahkan. Tapi dengan syarat ketika nanti kita mau membangun di sana tidak ada ganti rugi. Misalnya mereka mau kasih atap yang lebih bagus boleh tapi tidak boleh meminta ganti rugi ketika kita mau membangun. Mohon doanya, kita akan bangun pasar Panorama," ujar Dedy. (AK)