Polres Mukomuko Gelar FGD Strategi Penanggulangan Covid-19

Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi, S.IK, MH saat memberi sambutan dalam kegiatan FGD penanganan Covid-19

SIBERKLIK.COM - Polres Mukomuko melaksanakan Kegiatan Focus Grup Discussion (FGD) dengan Tema Strategi Penanggulangan Covid-19 di Wilayah Kabupaten. Mukomuko Rabu, (25/8/2021).

Pantauan awak media, tampak hadir , Kapolres Mukomuko AKBP Witdiardi, S.IK, MH, Dandim 0428/MM Letkol Czi. Rinaldo Rusdy, S.IP, Kajari Mukomuko, Rudi Iskandar, SH, MH, Sekda Mukomuko Drs. H. Marjohan diwakili Asisten 2 Novizar EP, Waka Polres Mukomuko, Kompol Edi Susanto, S.Sos, Pasi Ops Dim 0428/MM Kapten Inf. Yulga. M, Kabag Ops Polres Mukomuko Kompol Hasdi, Kadis BPMD Mukomuko., Gianto, SH, M.Si, Kadis Kesehatan Mukomuko, Syafriadi, Kadis Kadisparpora Mukomuko, Apriansyah, Camat Kota Mukomuko, Ali Nasri, Camat Air Dikit, Syafriadi, Danramil 428-01/Mukomuko Kapten Cba. F. Barus, Kapolsek Mukomuko Utara IPTU S. Prayitno, SH, Para Lurah/Kades Se-Kecamatan. Kota Mukomuko, Para Kades Se-Kecamatan Air Dikit dan para tamu Undangan.

Kegiatan berlangsung di Aula kantor Polres Mukomuko dibuka langsung oleh Kapolres Mukomuko Polda Bengkulu AKBP Witdiardi, S.IK, MH.

“Dalam kegiatan diskusi ini kita membahas strategi oenanggulangan Covid-19. Kita ketahui bahwa Pandemi Covid-19 sudah kita alami kurang lebih 2 tahun dan ini dialami 200 negara. Di kabupaten Mukomuko sendiri pemerintah dalam hal ini telah mengganggarkan penaganan Pandemi Covid-19,” kata Kapolres Mukomuko.

Diketahui, rangkaian kegiatan FGD ini, diawali dengan kata pembukaan kemudian secara bersama sama menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Rangkaian acara selanjutnya penyampaian Kata Sambutan Oleh Kapolres Mukomuko (AKBP Witdiardi, S.IK, MH, kemudian Coffe Break selama 10 menit.

Usai Coffe Break, dilanjutkan dengan diskusi tentang Strategi Penanggulangan Covid-19 di Wilayah Mukomuko yang dipimpin oleh moderator/Narasumber yakni Kadis DPMD  Mukomuko Gianto, SH, M.Si dan Kadis Kesehatan Mukomuko, Syafriadi.

Kadis DPMD Mukomuko, Gianto, SH, M.Si dalam acara FGD  tersebut menyampaikan, ada sedikit kendala, namun secara umum dibulan maret itu sudah ditetapkan sehingga pengalokasian terhadap Dana Desa (DD) 8 persen sudah ditetapkan pada saat penetapan APBDes Desa.

“Dan berdasarkan hasil monitor  yang kita lakukan, memang baru bisa kami perivikasi sekitar bulan mei, ini ada kegamangan ,ada ketakutan, ada ketidakjelasan di Dessa sehingga kami lakukan upaya- upaya yaitu pendampibgan dan juga kami panggil ke PMD yang langsung menangani hal itu namun ini pun belum berjalan,” jelas Gianto.

Kadis kesehatan Mukomuko, Safdiadi dalam kesempatan  itu menyampaikan, 2 hal,  bahwa pemeriksaan Rapid antigen hasilnya positif ataupun negatif  itu perlu dipahami.

“Kalau dulu anti bodi yang diambil darahnya memang reaktiff. Jadi ada keputusan menteri kesehatan nomor 3602 tahun 2021, bahwa  untuk provinsi  bengkulu kriteria B rapid antigen positif sudah bisa sebagai dasar mendiagnosa pasien Covid -19. itu perlu diingat kawan kawan kepala Desa. Kemudian pemeriksaan Pcr itu kesimplannya konfirnasi. Ada 2 hal dalam penegakan diagnosa Covid-19.  Terkait pembayaran atau pemberian bansos ini datanya sudah ada di Puskesmas wilayah setempat dan kita lsudah melakukan  diskusi dengan Kades untuk menyampaiikan, sejak pasien yang sudah tercatat pasien positif  ini disampaikan nanti kecamat, nanti camat akan mendiskusikan dinasing-asing Desa, Urai Safriadi.

Dipenghujung kegiatan  seluruh peserta FGD kemudian dengan secara serentak menyanyikan Lagu Nasional ‘Bagimu Negeri’, kemudian dilanjutkan fenhan Foto bersama.

Untuk diketahui, sebelum maupun sedang kegiatan berlangsung, dilaksanakan Cek Suhu tubuh dan pemberian Handsanitizer kepada peserta FGD. (RL)