Pemkot Bengkulu Setop Pembukaan Gerai Baru Indomart dan Alfamart

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing saat mengunjungi Kantor Kementerian Investasi dan BKPM RI di Jakarta.

SIBERKLIK.COM - Pemkot Bengkulu tak ingin gerai perbelanjaan moderen Indomart dan Alfamart semakin menjamur  hingga ke pelosok kota. Kebijakan moratorium atau penyetopan pembukaan izin baru atas gerai itupun diambil. Tujuannya untuk melindungi para pedagang atau warung kecil yang ada di Kota Bengkulu. Penyetopan izin sementara ini berlaku mulai hari Selasa, tanggal 24 April 2025.

Upaya penyetopan izin pembukaan gerai Indomar dan Alfamart ini dikatakan langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi saat mengunjungi Kementerian Investasi BKPM RI. Ikut hadir dalam kunjungan ini Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing dan Sekda Bengkulu, Arif Gunadi.

"Fakta yang kami dapat di lapangan membuktikan bahwa kehadiran gerai Indomaret dan Alfamart hingga ke pelosok gang di Kota Bengkulu membuat warung-warung kecil milik warga menjadi tergerus. Mereka kalah bersaing. Untuk itulah kebijakan ini diambil untuk memastikan bahwa pemerintah hadir atas permasalahan yang dialami warga kota. Salah satunya terkait keberadaan gerai perbelanjaan moderen ini," terang Dedy.

Kendati demikian, Dedy mengatakan untuk gerai yang sudah berdiri tetap berjalan seperti biasa. "Jadi, bagi gerai yang sudah ada tetap jalan seperti biasa, karena mereka membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kota Bengkulu. Pemerintah hanya tidak memberi izin untuk pembukaan gerai baru," lanjutnya menerangkan.

Diketahui saat ini diperkirakan jumlah gerai Indomaret dan Alfamart di Kota Bengkulu sekitar 100 gerai. Mereka tersebar di 9 kecamatan di wilayah ini. Bahkan, pendirian gerai ini sudah merambah ke daerah kecil yang padat penduduk.

Hal ini tentu memiliki dampak bagi warung-warung kecil milik warga kota yang kalah bersaing. "Hal ini tidak boleh terjadi di Kota Bengkulu. Kita tetap melindungi pedagang kecil agar usaha mereka tetap berkembang," ujarnya. (AK)