Musda HIPMI Bengkulu Ricuh; Undang Terpilih BPP Tak Akui

PIC BPP HIPMI menggelar konferensi pers usai ricuh Musda HIPMI Bengkulu dan klaim pemenangan Undang Sumbaga

SIBERKLIK.COM - Musda HIPMI XIV Bengkulu tercoreng. Kericuhan yang terjadi diperhelatan Musda membuat Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI menskor dan mengambil alih pelaksanaan Musda yang dihelat si Hotel Mercure Bengkulu, Kamis (8/4).

Pengambilalihan ini disebut-sebut sebagai sejarah memalukan bagi pengurus BPD HIPMI Bengkulu sepanjang pelaksanaan Musda.

Skorsing dan pengambilalihan pelaksanaan Musda HIPMI Bengkulu oleh BPP HIPMI ini disampaikan langsung oleh PIC Musda dalam konferensi pers.

PIC Musda HIPMI Bengkulu Jimmi Papilaya mengatakan apa yang dilakukan pihaknya itu sudah sesuai dengan AD/ART dan PO HIPMI.

"Kami melihat ada potensi konflik yang menjurus pada kekerasan fisik yang bakal terjadi jika Musda ini terus dilakukan. Untuk menghindari hal itu terjadi maka PIC dari BPP HIPMI menskor pelaksanaan Musda dan mengambil alih pelaksanaannya hingga batas waktu yang belum ditentukan," terangnya dihadapan awak media.

Jimmi menjelaskan adanya potensi konflik ini juga diinfokan oleh pihak Polres dan Polda Bengkulu melalui staf intel mereka yang ikut mengamati langsung pelaksanaan Musda ini.

"Setidaknya ada tiga kali potensi konflik yang berujung rusuh dari pelaksanaan ini," lanjutnya.

Kendati sudah diskorsing dan diambil alih, namun panitia Musda BPD HIPMI Bengkulu tetap melanjutkan tahapan Musda yang disetop pada pleno kedua.

Kelanjutan sidang ini tanpa dihadiri sejumlah BPC dan dua caketum. Hingga akhirnya panitia menetapkan Undang Sumbaga sebagai Ketum BPD HIPMI Bengkulu periode 2021-2024.

Namun terpilihnya Undang ini tak diakui oleh BPP HIPMI. Mereka tetap mengatakan Musda HIPMI Bengkulu belum selesai dan belum ada Ketum yang baru menggantikan Ketum yang lama Yuan Degama.

"Apa yang dilakukan panitia Musda BPD HIPMI Bengkulu itu adalah ilegal," tegas Jimmi. (AK)