Miris,! Jelang PON, Atlet Bengkulu Belum Dapat Bantuan

Edwar Samsi Anggota DPRD Provinsi Bengkulu

SIBERKLIK.COM - Anggaran untuk keikutsertaan atlet PON Bengkulu sebesar Rp 4 M sejatinya telah disiapkan.

Namun mirisnya hingga kini para atlet dari sejumlah Cabor belum tersentuh bantuan.

Hal ini diungkapkan oleh anggota DPRD Provinsi Bengkulu yang juga ketua Cabor Panjat Tebing Bengkulu, Edwar Samsi.

"Belum sama sekali. Kita dari tahun 2020 sampai sekarang belum terima dana terkait masalah Training Center (TC) atlet yang akan diberangkatkan ke PON Papua," beber Edwar Samsi seperti dikutip dari media online BencoolenTimes.

Edwar juga mengatakan bahwa untuk persiapan PON Papua sudah dianggarkan Rp 4 miliar. 

Anggaran tersebut sudah di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu.

"Anggaran tersebut tinggal proses Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara Pemerintah Provinsi yaitu Gubernur dengan Ketua KONI," jelasnya.

Edwar Samsi mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan dua atlet untuk di Cabor Panjat Tebing. 

Atlet tersebut yang meraih medali emas dan perak pada saat Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) tahun 2019 lalu di Provinsi Bengkulu.

"Kita sudah lakukan TC. Cuman yang jadi persoalan anggaran untuk TC sampai saat ini belum cair, sehingga kita melaksanakan TC mandiri," jelasnya.

Edwar berharap kepada pihak terkait untuk segera melaksanakan kewajiban yang seharusnya dipenuhi untuk atlet yang akan dikirimkan ke Papua membawa nama Provinsi Bengkulu.

"Harapan kita segera laksanakan TC itu, termasuk cabor-cabor yang lain dan distribusikan anggarannya. Baik dalam segi gizi, terus insentif mereka. Sehingga mereka semangat dan bisa berprestasi di Papua, jangan sampai kita mengikuti PON ini hanya sebagai formalitas. Paling tidak bisa menaikkan rangking kita," terang Edwar Samsi penuh kecewa.

Edwar Samsi menegaskan, seharusnya tidak ada alasan lagi dari KONI untuk menjalankan kewajibannya. Karena posisi Mufran Imron sudah ada yang menggantikan.

"Sekarang kan Plt-nya sudah ada dan sudah di SK kan oleh KONI pusat. Artinya tidak ada lagi alasan KONI itu tidak melaksanakan kewajibannya, yang salah satunya mempersiapkan atlit PON yang akan dilaksanakan tahun ini di Papua," tutup Edwar Samsi. (PPJ/BKJ)