Siberklik.com – Sebanyak 26 orang Duta HIV/AIDS Bengkulu pada Jumat, (17/11/2023) mendatangi DPRD Provinsi Bengkulu untuk beraudiensi dengan para anggota legislative, berkaitan dengan kondisi perkembangan penyakit tersebut di Provinsi Bengkulu yang angkanya mengalami peningkatan akhir-akhir ini.
Terlebih lagi dilangsir terdapat 1.224 warga Bengkulu yang terinfeksi HIV/AIDS yang tersebar di seluruh kabupaten kota se-Provinsi Bengkulu.
Perwakilan Duta HIV/AIDS, Muhammad Febiansyah jumlah itu merujuk dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu tahun 2022 lalu, sementara untuk tahun 2023 belum diketahui pasti jumlahnya.
“Jumlah yang terinfeksi paling banyak di Kota Bengkulu kemudian di Rejang Lebong, yang sebagian besar penularan akibat prostitusi dan juga seks bebas,” jelas Muhammad Febiansyah kepada RRI, usai mengikuti audiensi dengan Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu.
Menanggapi banyaknya jumlah warga terinfeksi HIV/AIDS di Bengkulu, Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bengkulu, Dempo Xler seakan tidak mempercayai data tersebut.
“Saya tidak percaya di Bengkulu ini HIV/AIDS bertumbuh dengan cepat, pertama di Bengkulu ini pergaulan masih terjaga. Kemudian lingkungan sehat dengan alam tropisnya sehingga imun kita terjaga. Kalau ada data 1.224 orang terinveksi HIV/AIDS sebenarnya ragu ini data riil benar-benar korban HIV/AIDS, atau data manipulatif karena setiap kali ditanya ke pemerintah menyatakan kesehatan bertumbuh,” ujar Dempo Xler saat dikonfirmasi RRI.
Terkait dengan data tersebut, politisi Partai Amanat Nasional itu mengatakan akan mengkonfirmasi ke pihak dinas instansi terkait serta melakukan pengecekan ulang terhadap data yang disampaikan pihak Duta HIV/AIDS Bengkulu tahun 2023 sekaligus akan mengajak rapat dengan mitra kerja lintas sektoral untuk mengambil langkah kongrit.
“Kalau perkembangannya meningkat tajam artinya di Bengkulu ini seks bebas marak sebenarnya. Setelah reses mendatang, kita akan mengajak rapat dengan mitra kerja lintas sektoral untuk segera mengambil langkah kongkrit soal pertumbuhan HIV/AIDS di Bengkulu,” tegasnya.
Kendati demikian tingginya angka penularan HIV/AIDS di Bengkulu harus diwaspadai semua pihak dan menjadi perhatian pemerintah daerah baik tingkat Provinsi Bengkulu, Kota maupun Kabupaten. Apalagi diakuinya meskipun penularan HIV/AIDS melalui darah atau hubungan seksual, namun penyebaran penyakit itu silent majority atau menyebar luas tanpa diketahui.
Karena jika orang yang terinfeksi HIV/AIDS tidak mengetahui dirinya terinfeksi dan menularkan pada orang lain maka penularan penyakit mematikan itu sulit terkendali.
“Ini fungsi pemerintah baik Gubernur, Walikota, Bupati agar peka akan hal ini. Kalau 1.000 orang itu satu hari menulari satu, satu hari bertambah menjadi 1.000, dua hari menjadi 2.000, tiga hari menjadi 3.000. Ini perlu antisipasi yang cepat,” katanya mengungkapkan kekhawatirannya.
Dari hasil pertemuan dengan Duta HIV AIDS Bengkulu 2023 hari ini, menurut Dempo Xler penting untuk ditindaklanjuti untuk mengantisipasi regenerasi yang rusak. Generasi saat ini diharapkan tumbuh menjadi generasi emas yang bagus pemikirannya, sehat secara fisik dan mempunyai moral bagus.
“Kita minta pemerintah berkolaorasi dengan banyak pihak, dengan teman-teman mahasiswa, dengan teman-teman duta, agar mensosialiasikan untuk mengantisipasi sehingga HIV/AIDS tidak lagi tumbuh. Kalau mau menzerokan kayaknya susah tapi minimal tidak lagi tumbuh,” tutupnya. (Adv)