SIBERKLIK.COM - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu melakukan cawe-cawe ke sejumlah pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu. Para pelaku usaha kecil ini dibina dan dibantu sedemikian rupa. Targetnya, mereka bisa naik kelas dan menjadi pengusaha menengah hingga besar yang berorientasi pada pasar ekspor.
Peningkatan mutu pelaku UMKM ini sejatinya bukanlah tugas utama dari BI. Namun, sebagai penjaga moneter di republik ini, BI merasa cawe-cawe memiliki keterkaitan dari tugas utamanya. Yakni ingin memastikan berjalannya stabilitas dan inklusi keuangan dengan baik.
Deputi Kepala Perwakilan BI Bengkulu Dhita Aditya Nugroho mengatakan bahwa tidak semua pelaku UMKM di Provinsi Bengkulu yang menjadi binaan. Ada persyaratan khusus yang disesuaikan dengan kepentingan tugas BI di tiap daerah.

"Sektor UMKM ini memiliki kontribusi yang cukup besar atas pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sehingga BI perlu melakukan intervensi untuk mengembangkan mutu dari pelaku usaha kecil. Terkhusus di Provinsi Bengkulu," ungkap Adit saat mengunjungi industri gula aren semut Sari Aren di Kabupaten Rejang Lebong.
Adit mengatakan tak semua pelaku usaha kecil masuk dalam binaan mereka. Ada klaster-klaster usaha kekhususan. Biasanya terkait dengan potensi unggulan di daerah. "Di Bengkulu ada beberapa klaster usaha yang menjadi perhatian BI. Diantaranya terkait ketahanan pangan dan pariwisata yang menjadi unggulan daerah," terangnya.
Ada beberapa pelaku usaha yang menjadi binaan BI Bengkulu sesuai dengan klasternya. Diantaranya, usaha minumann jeruk kalamansi dan pengrajin kain besurek batik Bengkulu di Kota Bengkulu serta usaha pengolaan gula aren semut dan bubuk kopi di Kabuaten Rejang Lebong dan usaha lainnya.
Dalam melakukan pembinaan bagi para pelaku UMKM itu, ada beberapa target capaian yang dilakukan BI. Diantaranya penguatan koorporasi, kapasitas dan pembiayaan.
"Untuk penguatan kooporasi BI, memberikan bantuan bagi para pelaku usaha binaanya berupa penguatan kelembagaan seperti manajemen usaha, legalitas serta sertifikasi produk halal dan BPOM.
Sedangkan untuk kapasitas, BI memberikan bantuan berupa bantuan alat dan teknis pengolaan hasil produk yang berkualitas mulai dari hulu hingga hilir.
Sementara untuk pembiayaan BI tidak memberikan secara langsung namun membuka jaringan baik ke perbankan maupun ke konsumen pengguna dalam bentuk keikut sertaan pada sejumlah pameran produk baik di dalam maupun luar negeri
Diakui Adit bahwa beberaoa upaya pembinaan yang dilakukan BI ini adalah untuk mengatasi kendala-kendala yang kerap dialami para pelaku usaha kecil selama ini untuk mereka bisa naik kelas.
"Namun perlu diingat bahwa binaan itu tidak secara langsung diberikan oleh BI namun melibat pihak lain yang ahli dalam bidangnya. Terkhusus untuk masalah teknis," jelasnya.
Adit juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan BI Bengkulu dalam pengembangan UMKM daerah tak dilakukan sendiri. Pihaknya juga menggandeng Pemerinah Provinsi serta Pemerintah Kabupaten dan Kota Bengkulu serta instansi terkait lainnya dalam pengembangan UMKM di Provinsi Bengkulu.
"Pengembangan UMKM inii bukan kerja BI semata. Namun kerja bareng dari semua pihak yang terkait untuk memajukan perekonomian daerah," pungkasnya. (AK)