Siberklik.com – Anggota Banggar DPRD Provinsi Bengkulu Jonaidi SP, MM menyesalkan, realisasi belanja modal terutama infrastruktur berupa jalan, jembatan dan irigasi beserta jaringannya pada tahun lalu, tidak mencapai 100 persen.
Pasalnya berdasarkan Sisa Lebih Perhitungan (SILPA) Tahun Anggaran (TA) 2022, diketahui belanja modal jalan, jembatan dan irigasi serta jaringannya hanya 90,87 persen.
Untuk itu ditegaskan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bengkulu ini, pada APBD tahun ini jangan sampai terjadi lagi hal sedemikian. Apalagi pembangunan infrastruktur itu sarat dengan kepentingan dan merupakan salah satu kebutuhan vital bagi masyarakat.
“Kita berharap ini dapat menjadi catatan eksekutif. Belanja harus lebih maksimal lagi,” katanya, pada Minggu (9/7/2023).
Menuruntnya, sebagaimana diketahui pada APBD TA 2022 lalu belanja modal jalan, jembatan dan irigasi serta jaringannya hanya terealisasi sebesar Rp 81,19 miliar atau hanya terserap 90,87 persen dari total yang dianggarkan. Dengan itu membuat dari total alokasi pada APBD tahun lalu, masih tersisa Rp 8,15 miliar. Dengan kata lain yang tidak teserap 9,13 persen. Sisa Rp 8,15 miliar yang telah dialokasikan untuk belanja modal tersebut bukanlah sedikit.
“Coba saja digunakan untuk memperbaiki ruas jalan provinsi seperti tambal sulam. Sudah berapa banyak titik kerusakan yang bisa diperbaiki dengan sisa belanja modal tersebut,” sesal Jonaidi.
Lebih lanjut juga sangat disayangkan tidak terserapnya 100 persen belanja modal tersebut, sementara sama-sama diketahui masih banyak jalan provinsi yang kondisinya memprihatinkan.
“Dengan itu agar dapat menjadi pelajaran bagi Pemprov Bengkulu,” pungkas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Provins Bengkulu ini. (Adv)