Gugus Depan Rutan Manna Bentuk Karakter WBP melalui Pembinaan Kepramukaan

Gugus Depan Rutan Manna Bentuk Karakter WBP melalui Pembinaan Kepramukaan

MANNA, 26 September 2026 – Halaman Blok E Rutan Kelas IIB Manna menjadi tempat berlangsungnya pembinaan kepramukaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang tergabung dalam Gugus Depan Rutama, Sabtu (26/09/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi salah satu sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan nasionalisme bagi para WBP.

Kegiatan diawali dengan apel yang dipimpin langsung oleh Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P. Dalam suasana tertib dan penuh keseriusan, para WBP mengikuti berbagai materi dasar kepramukaan, di antaranya Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan tata cara upacara.

Materi tersebut diberikan untuk melatih kekompakan, kedisiplinan, konsentrasi, kepatuhan terhadap instruksi, serta membangun rasa tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kakak Pembina Rutama, Hastomo Arbi, S.E., menyampaikan apresiasinya terhadap perkembangan yang ditunjukkan para WBP selama mengikuti pembinaan kepramukaan.

«“Perubahan itu terlihat nyata. Dari gerakan yang masih kaku, kini mereka sudah tegap, kompak, dan saling mengoreksi. Pramuka mengajarkan bahwa satu kesalahan gerakan dapat memengaruhi seluruh barisan. Itu menjadi filosofi hidup bahwa setiap keputusan yang kita ambil dapat berdampak pada orang lain,” ujar Hastomo.»

Hal senada disampaikan Kakak Pembina Kait Hidayatullah, S.I.P. Menurutnya, kegiatan kepramukaan tidak hanya berorientasi pada kemampuan baris-berbaris, tetapi juga menjadi media untuk menanamkan nilai tanggung jawab dan kecintaan terhadap tanah air.

«“Kami tidak hanya mengajarkan baris-berbaris. Kami mengajarkan arti tanggung jawab dan nasionalisme. Ketika mereka menghormat bendera dengan sempurna, di situ tumbuh rasa cinta tanah air yang sesungguhnya,” ungkap Kait.»

Sementara itu, Kasubsi Pelayanan Tahanan, Rio Trisna Dayu, S.I.Kom., M.A.P., menegaskan bahwa pembinaan kepramukaan merupakan bagian dari upaya Rutan Kelas IIB Manna dalam membentuk kepribadian WBP agar lebih disiplin dan bertanggung jawab.

«“Kami ingin WBP memahami bahwa disiplin bukan paksaan, tetapi kebutuhan. Pramuka menjadi salah satu media untuk membangun kedisiplinan tersebut. Disiplin dalam barisan diharapkan dapat diterapkan dalam bekerja, bermasyarakat, dan menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat,” jelas Rio.»

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Rutan Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pemasyarakatan tidak hanya berorientasi pada pengamanan, tetapi juga pada proses perubahan dan pembentukan kepribadian WBP.

«“Tugas kami bukan sekadar menjaga agar mereka tidak keluar, tetapi memastikan ketika mereka keluar, mereka menjadi manusia yang berbeda dan lebih baik. Gugus Depan Rutama adalah salah satu bukti bahwa di balik tembok ini, harapan terus kami nyalakan. Kami ingin membentuk mental yang kuat, disiplin, dan berkarakter sebagai bekal mereka untuk menyongsong masa depan,” pungkas Hannibal.»

Kegiatan pembinaan kepramukaan berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Melalui Gugus Depan Rutama, Rutan Kelas IIB Manna terus mendorong WBP untuk mengembangkan kedisiplinan, tanggung jawab, kepemimpinan, kekompakan, serta rasa cinta tanah air sebagai bagian dari proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik dan produktif di tengah masyarakat.