Beranda Life Style Gak Sekadar Upacara Keagamaan, Nyepi Juga Baik untuk Lingkungan! Ini Buktinya

Gak Sekadar Upacara Keagamaan, Nyepi Juga Baik untuk Lingkungan! Ini Buktinya

Gak Sekadar Upacara Keagamaan, Nyepi Juga Baik untuk Lingkungan! Ini Buktinya
Gak Sekadar Upacara Keagamaan, Nyepi Juga Baik untuk Lingkungan! Ini Buktinya

SIBERKLIK.COM – Umat Hindu di Bali kemarin, Kamis (7/3/2019) merayakan Hari Raya Nyepi. Prosesi berdiam diri selama 24 jam tanpa melakukan aktivitas apapun menjadi bentuk penyucian menyambut Tahun Baru Saka.

Berdiam diri saja mungkin terlihat mudah. Tapi, mereka juga tidak diizinkan untuk menyalakan listrik, bekerja, atau hanya sekadar menikmati hiburan. Kalau diistilahkan dengan bahasa awam mungkin seperti bertapa atau bersemedi.

Saat Hari Raya Nyepi, kawasan Bali layaknya kota mati. Maklum, mayoritas warganya adalah beragama Hindu, jadi gak ada warga yang berpergian, termasuk kafe-kafe yang buka.

Karena itu, sangat disarankan untuk tidak berlibur saat Nyepi, karena kamu hanya akan bisa berdiam diri di hotel saja.

Fasilitas umum juga rata-rata tidak beroperasi. Sebut saja bandara, kamu gak akan menemukan tiket pesawat yang datang atau pergi dari Bali di saat Hari Raya Nyepi.

Tapi gak semuanya berhenti kok, yang masih beroperasi dengan normal adalah layanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit.

Meski terlihat sangat sepi dan membosankan, Hari Raya Nyepi ternyata menyimpang sejumlah keuntungan. Yuk, kita lihat rangkuman berikut:

1. Hemat BBM

Saat Nyepi, gak akan ada masyarakat Bali yang berkeliaran mondar-mandir. Mayoritas pasti akan berdiam di rumah atau di pura. Kondisi seperti ini otomatis akan lebih menghemat pengeluaran dan konsumsi BBM.

Dikutip dari Antara, di tahun 2012, berkat prosesi Nyepi selama 24 jam, Pertamina telah menghemat bahan bakar minyak sebanyak 3.000 kiloliter. Angka tersebut campuran dari 2.300 kiloliter premium dan 700 kiloliter solar.

Sementara itu, dikutip dari Tribunnews, perayaan Nyepi membuat dua pembangkit listrik di Bali tidak dioperasikan, yaitu di Pembangkit Listrik Tenaga Uap Pemaron dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas Gilimanuk.

Penghentian operasi ini turut menghemat bahan bakar solar mencapai 500.000 liter atau setara dengan Rp 3 miliar.

2. Hemat Listrik

Listrik menjadi salah satu pantangan saat Nyepi. Selama 24 jam warga Hindu Bali tidak menyalakan lampu, menonton tv, dan menyalakan hiburan lain. Otomatis upacara keagamaan ini sangat membantu dalam upaya penghematan sumber daya listrik.

Dikutip dari Tribunnews Koordinator Komunitas Earth Hour menyatakan selama Nyepi, penghematan listrik di Bali mencapai 60 persen. Jumlah tersebut setara dengan 290 Megawatt yang kalau dirupiahkan mencapai Rp 4 miliar.

3. Bandara Ngurah Rai hemat biaya operasional

Selama 24 jam di Hari Raya Nyepi, tidak ada satu pun maskapai di Bandara I Gusti Ngurah Rai yang mengoperasikan pesawatnya. Guna menghormati dan menjaga ketenangan masyarakat yang beribadah semua penerbangan ditiadakan.

Coba saja kamu searching di aplikasi pembelian tiket pesawat semacam Traveloka untuk penerbangan dari dan ke Bali di Hari Raya Nyepi, pasti gak bakal ada.

Dengan diberhentikannya kegiatan operasional bandara, biaya operasionalnya pun menjadi lebih hemat.

Dikutip dari Suara.com, dalam satu hari, pihak bandara mengaku hemat Rp 154 juta untuk biaya listrik. Gak cuma itu aja, Bandara Ngurah Rai juga menghemat biaya penggunaan air sebesar Rp 17 juta dan biaya telepon Rp 12 juta.

4. Udara jadi bersih

Sudah dijelaskan di poin-poin sebelumnya, saat Nyepi tak ada kendaraan-kendaraan yang mondar-mandir, dan aktivitas lainnya yang menggunakan mesin juga terhenti. Dampak positif pun dapat dirasakan, yaitu berkurangnya gas emisi.

Dikutip dari VOAIndonesia di tahun 2013, pencemaran udara akibat gas emisi karbondioksida dari sektor transportasi berhasil direduksi sebesasar 20.000 ton.

Jadi kebayang dong gimana bersihnya udara Bali saat Nyepi, segar dan tentunya awan terlihat lebih biru bersih.

5. Mengurangi sampah plastik

Saat Nyepi, masyarakat Bali lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah dan berdiam diri. Kemudian toko-toko mayoritas juga pada tutup semua.

Dengan dua kondisi ini, maka sudah dipastikan konsumsi terhadap produk-produk berbahan dasar plastik pun akan berkurang. Tentunya membantu upaya pemerintah dalam menekan jumlah sampah plastik.

Sayangnya, belum ada data dan informasi resmi mengenai angka pasti berapa pengurangan sampah plastik yang terjadi sepanjang Nyepi.

Itulah lima keuntungan dari perayaan Hari Raya Nyepi. Jadi gak hanya sekadar upacara keagamaan, tapi juga memberi dampak positif bagi lingkungan sekitar. Pasalnya, hakikat Nyepi adalah menciptakan kesucian di alam dan diri manusia.(rl)


Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of