Beranda Bengkulu Metro Efek Covid-19, Kredit Macet Terancam Naik

Efek Covid-19, Kredit Macet Terancam Naik

foto : ist

SIBERKLIK.COM – Industri Jasa Keuangan (IJK) mulai terdampak akibat virus Covid-19. Termasuk di Provinsi Bengkulu.

Dampak dari pandemi virus ini tak hanya membuat ekpansi kredit atau pembiayaan yang mengalami pelambatan.

Kenaikan kredit macet atau non performing loan (NPL) juga menjadi ancaman.

Kepala Cabang BRI Bengkuku Ismed Sarmen kepada Siberklik.com mengakui dampak virus corona ini terhadap industri perbankan di Bengkulu.

Menurut Ismed adanya pembatasan dalam berinteraksi sosial berdampak pada penjualan kredit. Termasuk juga terhadap pembayaran kredit.

“Namun apa boleh buat kita harus mengikuti aturan pemerintah dalam menangani virus corona ini dengan membatasi aktivitas karyawan kita,” katanya.

Untungnya lanjut Ismed ada aturan baru yang dikeluarkan oleh OJK terkait penanganan dampak virus corona terhadap industri jasa keuangan.

Aturan yang dimaksud itu yakni POJK No: 11 Tahun 2020 tentang stimulus ekonomi jasa keuangan terhadap virus corona.

“Saat ini kita mengacu pada stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh OJK,” imbuhnya.

Tak hanya perbankan. Industri pembiayaan pun juga terdampak virus corona.

Seperti yang diungkapkan oleh Marketing Manager FIFGrup Bengkulu, Iqbal.

Ia mengakui pandemi virus corona telah melambat penjualan pembiayaan dan mengancam meningkatnya tunggakan kredit.

“Kita di FIF Bengkulu saat ini sangat merasakan dampak virus corona ini terhadap bisnis,” katanya.

Sementara itu Kepala OJK Bengkulu Yusri mengakui adanya dampak pada bisnis jasa keuangan akibat virus corona.

Pihaknya juga terus memantau setiap situasi yang terjadi akibat wabah ini pada IJK.

“Kami akan terus memantau perkembangan yang terjadi. Serta berkoordinasi secara aktif dengan seluruh stake holder, agar apabila terjadi sesuatu yang berdampak, dapat segera diatasi,” jelasnya.

Yusri juga berharap dengan adanya stimulus perekonomian yang tertuang dalam POJK No; 11 Tahun 2020 diharap mampu mengoptimalisasi kinerja IJK.

“Khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung mendorongpertumbuhan ekonomi,” katanya.

Terkait meningkatnya NPL di masa wabah virus corona ini, Yusri memprediksi kenaikannya masih di bawah angka 5%. (AK)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of