Beranda Bengkulu Metro Dua Kontraktor Tambang Ajukan Surat Penurunan Alat ke PT BMQ Nurul Awaliyah

Dua Kontraktor Tambang Ajukan Surat Penurunan Alat ke PT BMQ Nurul Awaliyah

Sejumlah alat berat yang berada di lokasi pertambangan PT BMQ.
Sejumlah alat berat yang berada di lokasi pertambangan PT BMQ.

SIBERKLIK.COM – Kisruh kepemilikan lahan tambang PT BMQ mulai menemukan puzle kejelasan siapa akan pemilik sah perusahaan tersebut.

Salah satunya adalah adanya surat permohonan dari dua kontraktor tambang untuk menurunkan dua alat berat di areal pertambangan itu.

Kedua perusahaan kontraktor tambag itu yakni PT Ferto Rejang (Selamet Group) dan PT Selamat Jaya.

Surat itu mereka tujukan kepada Dirut PT BMQ Nurul Awaliyah. Bukan kepada Dirut PT BMQ Dinmar Najamuddin berdasar SK 267.

Baca jugaKisruh PT BMQ, Surat Gubernur Bengkulu Disomasi dan Diduga Tandatangan Discan

Diketahui sebelumnya, ada 9 perusahaan tambang yang melakukan kontrak eksploitasi di kawasan tambang PT BMQ Dinmar Najamudin.

Pihak Nurul Awaliyah pun melaporkan hal tersebut sebagai pertambangan ilegal. Ini lantaran adanya putusan Pengadilan Negeri (PN) Bengkulu yang membatalkan akta kepemilikan PT BMQ atas nama Dinmar Najamudin dan mengembalikan kepemilikan PT BMQ atas nama Nurul Awaliyah.

Putusan ini pun diperkuat dengan putusan MA yang telah membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu yang menggugurkan putusan PN Bengkulu.

Polemik atas kepemilikan perusahaan inipun kian meramai. Kepolisian maupun Ombudsman terus melakukan ragam upaya menarik benang merah dari kisruh tersebut.

Branch Manager PT BMQ Nurul Awaliyah, Eka Nurdianty mengakui jika ada surat dari dua perusahaan kontraktor tambang tersebut.

“Iya ada surat masuk ke kita yang ditujukan kepada Bu Nurul sebagai Dirut PT BMQ,” katanya.

“Surat itu isinya meminta izin kepada kita untuk menurunkan alat berat yang ada di lokasi tambang. Surat itu dikirim tanggal 2 Mei kemarin,” beber Eka.

Eka juga menjelaskan bahwa dalam isi surat itu mereka tak ingin terlibat dalam konflik kekusruhan PT BMQ.

Mereka juga tak ingin melakukan aktivitas di atas lahan yang masih bersengketa dan khawatir dianggap melakukan ilegal minning.

“Niat dari dua perusahaan besar itu baik. Ini juga secara tidak langsung atau tersirat adanya pengakuan atas Ibu Nurul sebagai Dirut yang sah PT BMQ atas dasar putusan PN Bengkulu yang diperkuat dengan putusan MA,” jelas Eka. (RL/MS)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of