Beranda Ekonomi Cara Erdogan Pulihkan Ekonomi Turki; Enggan Dibantu IMF, Terbitkan Larangan Penggunaan Mata...

Cara Erdogan Pulihkan Ekonomi Turki; Enggan Dibantu IMF, Terbitkan Larangan Penggunaan Mata Uang Asing

Presiden Turki, Tayyip Erdogan.

SIBERKLIK.COM – Turki menjadi salah satu negara emerging di kawasan Eropa yang terimbas krisis global dan tekanan atas dollar AS. Kondisnya bisa dibilang mirip dialami Indonesia walau sebagian pengamat beranggapan krisis di Turki lebih parah.

Saat ini Turki tengah berjuang untuk memulihkan perekonomiannya. Diantaranya menangani pelemahan Lira dan inflasi yang melejit.

Namun berbeda dengan apa yang dilakukan sebagian negara lain yang terdampak krisis ekonomi global, Turki menegaskan tak akan menggunakan jasa dana moneter internasional (IMF) dalam upaya pemulihan ekonomi meraka.

Hal ini dikatakan Presiden Turki Tayyip Erdogan saat berpidato dalam rapat konsultasi Partai Keadilan dan Pembangunan (AK) di Ankara, seperti dikutip dari Anadolu, dan CNNIndonesia.com, Senin (8/10). “Turki menutup bab IMF dan tidak akan membukanya lagi,” kata Erdogan.

Seperti diketahui Turki telah melunasi seluruh utangnya kepada lembaga peminjaman internasional pada 2013 lalu. Erdogan menambahkan Turki tak lagi memerlukan pinjaman dan bantuan teknis dari IMF.

Selain tak membutuhkan bantuan IMF dalam upaya menstabilkan perekonoiannya, Turki juga baru saja menerbitkan pengecualian untuk kebijakan larangan menggunakan mata uang asing dalam perjanjian bisnis, termasuk kontrak terkait ekspor, instrumen pasar modal, dan kontrak kerja yang melibatkan orang asing. Hal tersebut termuat dalam lembaran resmi pemerintah.

Pengecualian larangan diberikan pada bidang-bidang seperti penjualan perangkat lunak yang diproduksi di luar negeri, kontrak sewa kapal, dan kontrak yang melibatkan lembaga negara, jika mereka tidak terkait dengan properti atau pekerjaan.

Jika ada kegagalan untuk menegosiasikan kembali kontrak yang saat ini dalam mata uang asing, maka akan dikonversi ke lira dengan nilai tukar resmi 2 Januari, dan meningkat sejalan dengan tingkat inflasi harga konsumen.

Sementara itu, Menteri Keuangan Turki, Berat Albayrak menyebut kondisi perekonomian Turki kini tengah memasuki proses stabilisasi.

Ia menekankan rasio utang terhadap PDB Turki cukup rendah yakni mencapai 28 persen. Demikian pula dengan rasio utang rumah tangga yang mencapai 16 persen.

“Disiplin anggaran,telah menjadi salah satu keberhasilan ekonomi,” terang dia.

Albayrak juga membahas langkah-langkah pemerintah terhadap serangan spekulatif terhadap ekonomi Turki yang dialami negara tersebut dalam dua bulan terakhir.

Ia mengatakan bahwa perekonomian Turki telah memasuki proses keseimbangan. Albayrak mengacu pada defisit transaksi berjalan negara itu yang menurun dan meningkatnya ekspor neto. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of