Beranda Bengkulu Metro Bengkulu Rawan Narkoba, BNNP Gencar Lakukan Pencegahan

Bengkulu Rawan Narkoba, BNNP Gencar Lakukan Pencegahan

Bengkulu Rawan Narkoba, BNNP Gencar Lakukan Pencegahan
Kepala BNNP Bengkulu Brigjend Pol Agus Riansyah (tengah) berfoto bersama dengan peserta usai membuka Rakor Pemberdayaan Masyarakat P4GN

SIBERKLIK.COM – Suka tidak suka, saat ini Provinsi Bengkulu masuk sebagai salah satu daerah rawan penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

Berdasarkan hasil survey tahun 2017, penyalah gunaan narkoba di Bengkulu ada sebanyak 24.118 orang atau 1,68% dari jumlah penduduk Provinsi Bengkulu.

Sedangkan di tahun 2019 jumlah pengguna narkoba yang direhabilitasi sebanyak 139 orang.

Rinciannya, laki-laki 20 orang, perempuan 9 orang dan pelajar sebanyak 110 orang.

Melihat kondisi ini tentu kata perang terhadap peredaran barang haram inipun harus digaungkan masif. Tentunya dengan melibat seluruh elemen masyarakat.

Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu sebagai lembaga negara yang diberi amanat untuk menangani masalah ini terus melakukan banyak upaya.

Tak hanya terkait pemberantasan para bandar narkoba. BNNP Bengkulu juga gencar melakukan kegiatan pencegahan.

Pencegahan ini dilakukan ke tengah masyarakat melalui ragam kegiatan. Baik berupa penyuluhan, pembinaan serta rehabilitasi korban narkoba.

Kepala BNNP Bengkulu Brigjend Pol Agus Riansyah mengatakan banyak kegiatan yang dilakukan pihaknya terkait masalah pencegahan penyalahgunaan barang haram ini.

“Kegiatan pencegahan ini sebagai gerakan huluisasi yang juga penting dilakukan selain gerakan pemberantasan. Tujuannya agar masyarakat sadar dan waspada terhadap bahaya narkoba ini,” katanya

Salah satu kegiatan pencegahan yang dilakukan BNNP Bengkulu yakni Rakor Pemberdayaan Masyarakat yang dihelat di salah satu hotel di Kota Bengkulu, Kamis, (29/8).

Rakor ini bertujuan untuk melakukan penyamaan persepsi terkait rencana aksi tentang penanganan narkoba di Provinsi Bengkulu.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 orang perwakilan dari lintas instansi baik pemerintah maupun swasta. Termasuk juga sejumlah ormas gerakan anti narkoba.

Kegiatan ini juga sebagai implementasi dari Inpres nomor 6 Tahun 2018 dan Permendagri nomor 12 Tahun 2019 tentang Pemberantasan, Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

“Dalam Rakor ini kita ingin menyamakan pandangan dari seluruh peserta terkait apa rencana aksi yang akan mereka lakukan dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja mereka,” terang Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNP Bengkulu Ridwan Arief.

Dalam Rakor ini disampaikan materi dari Kesbangpol Provinsi Bengkulu dan BNNP Bengkulu.

Ridwan juga mengatakan inplementasi dari P4GN ini juga dibentuk tim terpadu.

Saat ini Tim Terpadu P4GN sudah dibentuk di tingkat Provinsi dan Kota Bengkulu.

“Ke depan kita berharap tim terpadu ini juga sudah bisa terbentuk di setiap kabupate se Provinsi Bengkulu,” harapnya. (MS)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of