Beranda Headline Bekali Pemahaman Wartawan dalam Peliputan Pemilu, PWI Bengkulu Gelar Diklat

Bekali Pemahaman Wartawan dalam Peliputan Pemilu, PWI Bengkulu Gelar Diklat

Bekali Pemahaman Wartawan dalam Peliputan Pemilu, PWI Bengkulu Gelar Diklat
Azhar Marwan

SIBERKLIK.COM – PWI Provinsi Bengkulu bersama Pemprov Bengkulu menggelar Diklat bagi insan pers daerah.

Tujuannya untuk memberi penguatan pemahaman dan peran media jelang Pemilu 2019.

Diklat dilaksanakan di Hotel Extra Bengkulu, Kamis (27/12).

Pemateri Gang dilaksanaakan bertemakan penguatan pers menghadapi tahun politik 2019 serta memahami aturan pemilu terkini dan berperan melawan hoax bertempat di Extra Hotel, Kamis (27/12).

“Pelatihan ini sangat penting. Apalagi kita akan menjelang pesta demokrasi yang akan kita gelar April 2019 mendatang,” kata Plt Ketua PWI Bengkulu Sahyarudin.

Sahyar juga mengatakan Diklat ini untuk memberikan edukasi kepada insan pers dalam melakukan peliputan di tahun Pemilu saat ini.

“Nanti teman-teman wartawan saat peliputan bisa mengikuti aturan-aturan yang ada serta tidak melanggarnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Anggota Komisioner Bawaslu Provinsi Bengkulu Ediansyah menjelaskan aturan dan rambu-rambu peliputan Pemilu 2019.

“Saat ini media massa, media cetak, media online dan lembaga penyiaran dan mengiklankan kampanye Pemilu harus mematuhi larangan sebagaimana dimaksud pada pasal 280,” terangnya.

Ditambahkannya bahwa wartawan untuk tidak mempublikasikan peserta Pemilu membuat materi iklan dalam bentuk tayangan atau penulisan berbentuk berita.

“Pelaksana, peserta, dan tim kampanye dilarang mempublikasikan citra diri, identitas, ciri-ciri khusus atau karakteristik Partai Politik melalui media cetak, elektronik, online, yang memuat tanda gambar dan nomor urut partai politik, di luar masa penayangan iklan kampanye selama 21 hari sebelum dimulainya masa tenang,” paparnya.

Sementara itu dari akademisi, Azhar Marwan menerangkan materi tentang melawan hoax setiap orang harus cek dan ricek berita ketika sebelum di share.

“Cari kebenaran terlebih dahulu, disaring terlebih dahulu sebelum di share ke media sosial,” ujarnya. (rfky)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of