Beranda Ekonomi Bank-bank BUMN Masih “Kuat” Terhadap Pelemahan Rupiah

Bank-bank BUMN Masih “Kuat” Terhadap Pelemahan Rupiah

foto : ist

SIBERKLIK.COM – Trend pelemahan rupiah atas dolar AS ternyata belum menghantam perbankan nasional. Terutama untuk bank-bank pelat merah milik pemerintah.

Menurut Menteri Negara BUMN, Rini Soemarno bank-bank BUMN atau Himpunan Bank-bank Negara (Himbara) masih dalam kondisi terjaga, meski rupiah sempat tertekan hingga di level Rp 15 ribu per dolar AS

“Kemarin saya berbicara dengan direktur perbankan (bank pelat merah), mereka mengatakan kondisi masih baik,” ujarnya di Soehana Hall Energy Building, Rabu (12/9) seperti dikutip dari laman CNNIndonesia.com.

Di tengah pelemahan rupiah, diketahui bank tetap memberikan perhatian pada nasabah yang melakukan impor pada jumlah besar. Pasalnya, pembayaran impor menggunakan dolar AS yang harganya semakin mahal dan berisiko membuat bengkak beban usaha perusahaan. Selain aktivitas impor juga mengerek kebutuhan valas perbankan.

Guna mengantisipasi hal itu, pemerintah pun mengeluarkan sejumlah kebijakan untuk menekan impor, seperti kenaikan Pajak Penghasilan (PPh) 22 impor, dan perluasan program mandatari pencampuran biodiesel sebanyak 20 persen pada minyak solar (B20).

Rini juga telah menginstruksikan kepada perusahaan pelat merah yang membutuhkan pendanaan investasi maupun operasional untuk menarik dana dari luar negeri, sehingga tidak perlu membeli dolar AS dalam jumlah besar dari bank-bank Himpunan Bank Negara (Himbara).

Bank-bank Himbara, yakni PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk rata-rata diperkirakan menjual sekitar US$ 100 juta per hari di pasar.

Perusahaan pelat merah tersebut bisa meminjam dari perbankan luar negeri maupun sumber offshore lain untuk jangka menengah hingga panjang. Perusahaan juga bisa menerbitkan obligasi dalam denominasi dolar AS.

“Saya sekarang menekankan kepada BUMN untuk tidak terlalu membeli dolar AS di bank Himbara, sehingga bank-bank Himbara bisa memasok dolar AS ke pasar,” imbuhnya.

Dari sisi keuangan, kinerja keuangan perbankan pelat merah terbilang mumpuni. Sepanjang paruh pertama tahun ini, BRI menjadi bank dengan nominal laba terbesar, yaitu mencapai Rp14,93 triliun atau tumbuh 11 persen dari semester I tahun lalu.

Kemudian, pada periode yang sama, Bank Mandiri mencetak laba sebesar Rp12,17 triliun atau melonjak 28,7 persen. Sedangkan BNI tumbuh 16 persen dengan perolehan laba sebesar Rp7,44 triliun. Terakhir, BTN mencetak laba sebesar Rp1,42 triliun atau tumbuh 12,01 persen. (rl)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of