Beranda Ekonomi Aduan Nasabah Bengkulu ke OJK Meningkat, Yan Syafri: Tandanya Masyarakat Semakin Cerdas

Aduan Nasabah Bengkulu ke OJK Meningkat, Yan Syafri: Tandanya Masyarakat Semakin Cerdas

Kepala KOJK Provinsi Bengkulu Yan Syafri saat berada di stand OJK dalam kegiatan Bengkulu Expo 2018. foto : rifki siberklik.
Kepala KOJK Provinsi Bengkulu Yan Syafri saat berada di stand OJK dalam kegiatan Bengkulu Expo 2018. foto : rifki siberklik.

SIBERKLIK.COM – Tingkat aduan nasabah Bengkulu ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (KOJK) tahun ini mengalami peningkatan. Total hingga akhir November tahun ini KOJK Bengkulu sudah menerima sebanyak 207 aduan. Baik melalui surat maupun yang datang langsung ke kantor OJK.

Aduan yang disampaikan nasabah ini seputar tentang jasa layanan keuangan. Baik itu pada industri perbankan, asuransi dan pembiayaan.

Untuk tingkat aduan terbanyak masih pada industri perbankan dengan total aduan sebanyak 124 aduan. Kemudian diikuti oleh industri pembiayaan dan asuransi yang masing-masing sebanyak 48 dan 22 aduan. Sisanya sebanyak 13 aduan pada industri jasa keuangan lainnya.

Desember ini setidaknya ada 6 aduan yang masuk ke KOJK Bengkulu. Namun belum direkap semuanya. Ini artinya jika dibanding tahun lalu dimana KOJK Bengkulu menerima sebanyak 208 aduan, maka tahun ini jumlah aduan mengalami peningkatan.

Data Layanan Konsumen Melalui KOJK Bengkulu 2018. sumber : KOJK Bengkulu.
Data Layanan Konsumen Melalui KOJK Bengkulu 2018.
sumber : KOJK Bengkulu.

Terkait meningkatnya jumlah aduan nasabah ini, kepada Siberklik.com, Kepala KOJK Bengkulu, Yan Syafri menilai bahwa masyarakat sudah semakin cerdas.

“Peningkatan aduan ini tentu bagus. Bisa dibilang masyarakat Bengkulu sudah semakin paham apa hak-haknya. Atau istilahnya nasabah Bengkulu sudah banyak yang well literate tentang industri jasa keuangan,” katanya.

Yan juga mengatakan bahwa setiap aduan yang masuk selalu dilayani dengan baik. “Setiap yang ngadu, diminta untuk mengisi survey. Hasilnya mereka merasa puas,” ujarnya.

Terkait dengan pengaduan itu sendiri Yan mengatakan bahwa sebagian besar pengaduan diteruskan ke perusahaan yang diadukan. “Hanya sebagian kecil yang kita teruskan ke layanan konsumen OJK di Jakarta. Misalnya pengaduan oleh nasabah terkait asuransi dan perusahaan pembiayaan yang perizinan perusahaanya sudah dicabut,” jelasnya. (AK)

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of