Beranda Life Style Kesehatan 6 Bahaya jika Konsumsi Makanan Berbahan Santan Saat Puasa

6 Bahaya jika Konsumsi Makanan Berbahan Santan Saat Puasa

6 Bahaya jika Konsumsi Makanan Berbahan Santan Saat Puasa
6 Bahaya jika Konsumsi Makanan Berbahan Santan Saat Puasa

SIBERKLIK.COM – Konsumsi santan berlebihan berisiko memicu aneka penyakit. Jika Anda penggemar santan, sebaiknya batasi mengonsumsi dalam jumlah berlebih.

Santan adalah salah satu bahan yang kerap digunakan untuk berbagai menu buka puasa. Mulai dari kolak, es campur, hingga makanan berat santan begitu dinikmati banyak orang saat puasa. Hal ini tanpa disadari membuat Anda mengonsumsi santan berlebih saat puasa.

Dengan rasa yang kaya dan konsistensi krim, santan dianggap sebagai pengganti yang sehat untuk banyak produk susu. Santan memiliki nilai gizi yang kaya dan rasa tropis yang khas. Itu sarat dengan mineral dan vitamin termasuk beberapa anti oksidan dan senyawa besi.

Namun seiring dengan manfaatnya, santan juga hadir dengan beberapa efek samping terlebih jika dikonsumsi berlebih saat bulan puasa. Agar lebih waspada, berikut dampak negatif konsumsi santan berlebih, yang berhasil Liputan6.com lansir dari Stylecrazer, Selasa(21/5/2019).

Lemak Jenuh Berlimpah dan kenaikan berat badan

Satu cangkir santan menghasilkan sekitar 40 gram lemak saat dikonsumsi. Dengan demikian, santan dapat meningkatkan tingkat lipoprotein yang merugikan kesehatan dalam jangka panjang. Dengan lemak jenuh yang tinggi dan kandungan kalori, santan tentu dapat merusak rejimen penurunan berat badan Anda. Penggunaannya yang berlebihan dalam makanan sehari-hari Anda bahkan dapat menyebabkan penambahan berat badan.

Dapat Menyebabkan Kolesterol Tinggi

Mengonsumsi banyak lemak, terutama lemak jenuh, dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Lemak jenuh dapat menyebabkan peningkatan LDL (low density lipoprotein) alias kolesterol jahat dalam tubuh.

LDL adalah kolesterol jahat yang dapat menyebabkan penumpukan kolesterol di pembuluh darah. Penumpukan kolesterol di pembuluh darah tersebut dapat menyebabkan beberapa penyakit, yang diketahui dapat berakibat fatal bagi tubuh seperti serangan jantung dan strok.

Dapat Menyebabkan Sembelit

Karena serat makanan yang tinggi, santan dapat menyebabkan masalah pencernaan pada beberapa orang. Biasanya santan tanpa pemanis mengandung 14-18% dari asupan serat harian manusia. Peningkatan mendadak ini dapat menyebabkan diare atau gas, jika tubuh Anda tidak terbiasa dengan serat sebanyak itu. Jadi, hindari menambah asupannya secara instan.

Tinggi Kalori dan gula

Dalam satu cangkir santan murni, Anda dapat menemukan 550 kalori. Ini hampir sepertiga dari kalori yang Anda butuhkan per hari. Jadi, memasukkan santan ke dalam makanan atau minuman berbuka mungkin berdampak negatif pada kesehatan Anda.

Santan mengandung kalori dan lemak tingkat tinggi. Mengkonsumsi terlalu banyak susu dan mengonsumsi makanan kaya karbohidrat dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Bahkan santan tanpa pemanis mengandung 8g gula per 250 ml cangkir. Ini dapat berkontribusi terhadap penambahan berat badan dan meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

Dapat Menyebabkan Malabsorpsi Fruktosa

Karena mono-sakarida dan poliolnya, santan meningkatkan risiko gangguan iritasi usus. Santan memiliki kandungan gula, yang mungkin menyebabkan gangguan ini. Akibat fakta ini, pertumbuhan bakteri didorong di usus kecil karena transportasi fruktosa yang tidak merata.

Dapat Menyebabkan Alergi

Jika Anda alergi terhadap kacang-kacangan, minuman ini tentu tidak dimaksudkan untuk Anda. Kelapa diklasifikasikan sebagai kacang pohon. Dan dalam beberapa kasus, telah ditemukan bahwa orang yang alergi terhadap kacang pohon bereaksi buruk terhadap kandungan buah dalam santan.

Ini adalah salah satu efek santan yang paling berbahaya karena dapat mengancam jiwa dalam kasus-kasus ekstrem. Biasanya, orang dengan alergi kacang pohon dapat mengkonsumsi produk kelapa tanpa masalah. Namun, beberapa protein dalam kelapa mirip dengan yang ada di kacang pohon, dan reaksi alergi dapat terjadi.

Alergi kelapa sangat jarang. Siapa pun yang alergi terhadap kelapa tidak boleh mengkonsumsi santan. Gejala alergi kelapa mirip dengan alergi makanan lainnya. Seseorang mungkin mengalami:

  • sakit perut
  • mual
  • muntah
  • diare
  • gatal atau iritasi pada mulut, tenggorokan, mata, atau kulit
  • anaphylaxis – reaksi parah yang mengancam jiwa yang menyebabkan pembengkakan, mengi, dan gatal-gatal. (rl)

 

Leave a Reply

avatar
254
  Subscribe  
Notify of